Hubungan Durasi serta Postur Duduk dengan Keluhan Nyeri Leher pada Mahasiswa Kedokteran

Penulis

  • Ratu Anggun Prasetyaningtyas Universitas Tarumanagara
  • Arwinder Singh Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss3.3090

Kata Kunci:

durasi duduk, mahasiswa kedokteran, nyeri leher, postur duduk

Abstrak

Nyeri leher merupakan gangguan muskuloskeletal yang dialami oleh mahasiswa kedokteran dan berpotensi memengaruhi efektivitas belajar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara durasi dan postur duduk dengan keluhan nyeri leher pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling, dengan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring terhadap 196 responden. Durasi duduk diklasifikasikan menjadi normal (<3 jam) dan tinggi (≥3 jam), sedangkan postur duduk dikategorikan menjadi baik (tegak) dan buruk (membungkuk atau bersandar). Keluhan nyeri leher diukur menggunakan instrumen Numeric Pain Rating Scale (NPRS) dengan skala 0–10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 180 responden (91,8%) memiliki durasi duduk tinggi, 173 responden (88,3%) memiliki postur yang buruk, dan 138 responden (70,4%) mengalami keluhan nyeri leher. Uji hubungan antarvariabel awalnya menggunakan Chi-Square, tetapi terdapat tabel kontingensi dengan expected count <5 akibat distribusi antarkelompok yang tidak seimbang, sehingga asumsi Chi-Square tidak terpenuhi sehingga digunakan Fisher’s Exact Test. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi duduk (p = 0,403; OR = 0,524; 95% CI = 0,144–1,915) maupun postur duduk (p = 0,410; OR = 1,627; 95% CI = 0,661–4,003) dengan keluhan nyeri leher. Dengan demikian, durasi dan postur duduk tidak berhubungan secara signifikan dengan keluhan nyeri leher pada mahasiswa kedokteran dalam penelitian ini.

Referensi

Anugra, M. P., Zainudin, Z., Ambarsarie, R., & Suryani, U. H. (2023). Hubungan Durasi Duduk saat Pembelajaran Jarak Jauh selama Pandemi COVID-19 terhadap Nyeri Leher serta Neck Disability Index pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu. Malahayati Nursing Journal, 5(4), 1096–1104. https://doi.org/10.33024/mnj.v5i4.8497

Ariëns, G. A., van Mechelen, W., Bongers, P. M., Bouter, L. M., & van der Wal, G. (2000). Physical Risk Factors for Neck Pain. Scandinavian Journal of Work, Environment & Health, 26(1), 7–19. https://doi.org/10.5271/sjweh.504

Auliah, R., & Yuliadarwati, N. M. (2025). Edukasi Fisioterapi Dalam Pencegahan Neck Pain pada Guru Madrasah Putri Ar-Rohmah Islamic Boarding School. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(2), 427–434. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i2.2209

Gao, Y., Chen, Z., Chen, S., Wang, S., & Lin, J. (2023). Risk Factors for Neck Pain in College Students: A Systematic Review and Meta-Analysis. BMC Public Health, 23(1), 1502. https://doi.org/10.1186/s12889-023-16212-7

Hartanto. (2022). Pengaruh Postur Duduk Membungkuk dalam Menimbulkan Kifosis Postural. Jurnal Kedokteran Meditek, 28(2), 207–214. https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2331

Jung, B., Black, A. C., & Bhutta, B. S. (2025). Anatomy, Head and Neck, Neck Movements. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557555/

Kaljić, E., Jurišić, M., Katana, B., Trtak, N., Vranešić, A. E., Jevtić, N., Bajić, G., & Mujezinović, A. (2022). Incidence and Impact of Neck Pain on Daily Life Activities of the Student Population. Journal of Health Sciences, 12(2), 116–121. https://doi.org/10.17532/jhsci.2022.1773

Kazeminasab, S., Nejadghaderi, S. A., Amiri, P., Pourfathi, H., Araj-Khodaei, M., Sullman, M. J. M., Kolahi, A. A., & Safiri, S. (2022). Neck Pain: Global Epidemiology, Trends and Risk Factors. In BMC Musculoskeletal Disorders (Vol. 23, Number 1). BioMed Central Ltd. https://doi.org/10.1186/s12891-021-04957-4

Lotfian, S., Fesharaki, M. J., Shahabbaspour, Z., Akbarzadeh, H., & Moezy, A. (2025). The Impact of Forward Head Posture on Neck Muscle Endurance and Thickness in Women with Chronic Neck Pain: A Cross-Sectional Study. BMC Musculoskeletal Disorders, 26(1), 468. https://doi.org/10.1186/s12891-025-08705-w

Mazaheri-Tehrani, S., Arefian, M., Abhari, A. P., Riahi, R., Vahdatpour, B., Baradaran Mahdavi, S., & Kelishadi, R. (2023). Sedentary Behavior and Neck Pain in Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis. Preventive Medicine, 175, 107711. https://doi.org/10.1016/j.ypmed.2023.107711

Mazhar Ali Bhutto, Arsalan Abdullah, Syed Asadullah Arslan, M Sarfraz Khan, Muhammad Khan Bugti, & Zeb Jehan Rana. (2019). Prevalence of Neck Pain in Relation to Gender, Posture and Ergonomics in Computer Users. https://doi.org/10.31080

Meng, Y., Xue, Y., Yang, S., Wu, F., & Dong, Y. (2025). The Associations Between Sedentary Behavior and Neck Pain: A Systematic Review and Meta-Analysis. BMC Public Health, 25(1), 453. https://doi.org/10.1186/s12889-025-21685-9

Rhismawati Djupri, D., Manggabarani, S., Rahajeng Nathi, S., Rahayu Setiawati, D., Studi Ilmu Keperawatan, P., Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika Jakarta, S., Studi Gizi, P., kunci, K., & Laptop, D. (2026). Hubungan Durasi dan Postur Laptop dengan Nyeri Leher (NDI) Mahasiswa Keperawatan Online Learning: Studi Cross-Sectional. 18(1), 2026. https://doi.org/10.36990/hijp.v18i1.1709

Sunjaya, A., & Sasmita, P. K. (2023). Hubungan Posisi dan Durasi Duduk terhadap Nyeri Otot pada Mahasiswa Kedokteran. In Damianus Journal of Medicine (Vol. 22, Number 3).

Yaumil Bay Thaifur, A. R., Azfari Azis, W., & Afrianti, H. (2025). Hubungan Lama Penggunaan Laptop dengan Keluhan Neck Pain pada Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau. J Jurnal Kolaboratif Sains, 8(12), 7828–7836. https://doi.org/10.56338/jks.v8i12.8012.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30