Perbandingan Sensitivitas Antara Bakteri Klebsiella sp dan Staphylococcus sp terhadap Chloramphenicol di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung Tahun 2024

Penulis

  • M. Alwi Nugraha Universitas Malahayati
  • Muhammad Nur Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu
  • Zulhafis Mandala Universitas Malahayati
  • Tessa Sjahriani Universitas Malahayati

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss3.3032

Kata Kunci:

chloramhenicol, Klebsiella sp, sensitivitas antibiotik, Staphylococcus sp.

Abstrak

Infeksi bakteri merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan di rumah sakit. Klebsiella sp dan Staphylococcus sp merupakan bakteri patogen yang sering menyebabkan infeksi pada pasien dan diketahui memiliki pola sensitivitas antibiotik yang berbeda. Chloramphenicol merupakan antibiotik spektrum luas yang masih digunakan dalam terapi infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sensitivitas bakteri Klebsiella sp dan Staphylococcus sp terhadap antibiotik chloramphenicol di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan laboratorium mikrobiologi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 171 isolat bakteri yang terdiri dari 49 isolat Klebsiella sp dan 122 isolat Staphylococcus sp. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Staphylococcus sp terdapat 105 isolat (86,1%) yang sensitif dan 17 isolat (13,9%) yang resisten terhadap Chloramphenicol, sedangkan pada Klebsiella sp terdapat 32 isolat (65,3%) yang sensitif dan 17 isolat (34,7%) yang resisten terhadap Chloramphenicol. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan sensitivitas yang signifikan antara Klebsiella sp dan Staphylococcus sp terhadap antibiotik chloramphenicol. Disimpulkan bahwa Staphylococcus sp. memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi terhadap chloramphenicol dibandingkan Klebsiella sp sehingga Chloramphenicol cenderung lebih efektif terhadap bakteri tersebut.

Referensi

Clinical and Laboratory Standards Institute. (2024). Performance standards for antimicrobial susceptibility testing (34th ed.). Clinical and Laboratory Standards Institute.

Eltario, M., Lillah, L., & Prihandani, T. (2018). Pola kuman dan uji sensitivitas terhadap antibiotik pada infeksi pleura di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 7, 56–60. https://doi.org/10.25077/jka.v7i0.922

Elvira, E., Puspawati, N., & Wibawa, D. A. A. (2017). Identifikasi Staphylococcus aureus dan uji sensitivitas terhadap antibiotik dari sampel darah pasien sepsis di RSUD Dr. Moewardi. Biomedika, 10(1), 23–29. https://doi.org/10.31001/biomedika.v10i1.221

Fadrian. (2023). Antibiotik, infeksi, dan resistensi. Andalas University Press. http://repo.unand.ac.id

Kania, L., & Ulfa, U. (2020). Hubungan mutu pelayanan dengan minat kunjungan ulang pasien rawat inap RS Bhineka Bakti Husada. Edu Masda Journal, 4(2).

Kawoka, E. M., Rares, F. E. S., & Waworuntu, O. A. (2025). Pola bakteri aerob dan uji kepekaan antibiotik pada urine pasien dengan kateter uretra di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Jurnal Syntax Admiration, 6(1), 616–627. https://doi.org/10.46799/jsa.v6i1.2080

Kurniawan, H. M., & Nasution, A. N. (2023). Uji sensitivitas antibiotik terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara in vitro. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Komputer dan Sains, 1(1), 712–718.

Leisy-Azar, S., & Ebadi, A. R. (2017). Examining the pattern of susceptibility and antibiotic resistance in Klebsiella pneumoniae strains isolated from urine samples of children with urinary tract infections from the Children's Hospital of Tabriz in 2015. Journal of Pharmaceutical and Biomedical Sciences, 5, 10–12. https://doi.org/10.21767/2347-5447.1000307

Murray, C. J. L., et al. (2022). Global burden of bacterial antimicrobial resistance in 2019: A systematic analysis. The Lancet, 399(10325), 629–655. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)02724-0

Octifani, A., Mahtuti, E. Y., Ainutajriani, & Mu'arofah, B. (2024). Pengantar bakteriologi. CV Karsa Cendekia.

Rehman, L. U., Khan, A. A., Afridi, P., Rehman, S. U., Wajahat, M., & Khan, F. (2022). Prevalence and antibiotic susceptibility of clinical Staphylococcus aureus isolates in various specimens collected from a tertiary care hospital, Hayatabad, Peshawar, Pakistan. Pakistan Journal of Health Sciences, 3(4), 105–110. https://doi.org/10.54393/pjhs.v3i04.139

Septiana, S., Anjarani, A. V. P., & Wahyudi, D. (2024). Identifikasi dan uji sensitivitas Staphylococcus sp. terhadap beberapa antibiotik pada ulkus diabetikum. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 19(1), 91–95. https://doi.org/10.32382/medkes.v19i1.571

Soleha, T. U. F. (2019). Pola resistensi cephalosporin generasi III dan meropenem pada bakteri Klebsiella pneumoniae di Laboratorium Kesehatan Daerah Lampung tahun 2017. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 3, 141–146.

Umarudin, D. (2023). Bakteriologi 2 (H. Akbar, Ed.; Vol. 1, Issue 1). CV Media Sains Indonesia. http://www.biblioteca.pucminas.br/teses/Educacao_PereiraAS_1.pdf

World Health Organization. (2023). Antimicrobial resistance. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antimicrobial-resistance

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30