Dengue Shock Syndrome dengan Efusi Pleura pada Anak: Laporan Kasus dan Tinjauan Literatur
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss3.2486Kata Kunci:
demam berdarah dengue (DBD), dengue shock syndrome (DSS), tinjauan kasusAbstrak
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak, dan dapat berkembang menjadi dengue berat dengan syok akibat kebocoran plasma. Laporan kasus ini mendeskripsikan anak perempuan berusia 8 tahun 10 bulan dengan demam selama lima hari disertai kelemahan, sakit kepala, nyeri epigastrik, mual, dan muntah. Saat masuk rumah sakit, pasien tampak sakit kritis dengan berat badan 28 kg dan menunjukkan tanda syok berupa takikardia, takipnea, ekstremitas dingin, nadi perifer lemah, serta waktu pengisian kapiler memanjang. Radiografi dada menunjukkan efusi pleura kanan minimal. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia, leukopenia, hemokonsentrasi, hiponatremia, dan hipokalemia. Berdasarkan temuan klinis, laboratorium, dan radiologis, pasien didiagnosis Dengue Shock Syndrome (DSS) disertai gangguan elektrolit dan efusi pleura. Penatalaksanaan awal berupa resusitasi cairan Ringer laktat 10 mL/kg selama 30 menit dan diulang dua kali karena syok menetap. Dobutamin 5 µg/kgBB/menit diberikan karena perfusi perifer tetap buruk. Setelah hemodinamik stabil, terapi cairan intravena diturunkan bertahap berdasarkan respons klinis dan tren hematokrit untuk mencegah kelebihan cairan. Kondisi pasien kemudian stabil dan terapi suportif serta edukasi keluarga dilanjutkan. Kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini syok dan kebocoran plasma, pemantauan hematologis serta elektrolit, dan pengelolaan cairan yang tepat pada anak dengan dengue berat.
Referensi
Alelo, R. R. S., Sucipto, T. H., Soegijanto, S., & Wardhani, P. (2025). Correlation between platelet and hematocrite values with duration fever in dengue hemorrhagic fever (DHF) patients at Dr. Soedomo General Hospital, Trenggalek. Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease, 13(3), 243–250. https://doi.org/10.20473/ijtid.v13i3.73388
Annisa, I., Halim, M. A., Sabila, R. Z., Vebriasa, A., Nidiawati, T., Ariputra, I. D. G., et al. (2021). Prediktor sindrom syok dengue pada anak di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Andi Abdurrahman Noor, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Sari Pediatri, 23(4), 228–234. https://doi.org/10.14238/sp23.4.2021.228-34
Ayuni, Q., Setiabudi, D., & Setiawati, E. P. (2022). Karakteristik pasien anak dengan infeksi dengue yang dirawat inap pada satu tahun sebelum dan saat pandemi COVID-19. Sari Pediatri, 24(3), 173–180. https://doi.org/10.14238/sp24.3.2022.173-80
Edwin, J., Budiarta, M., & Edward, K. (2019). Analisis faktor risiko sindrom syok dengue pada anak di RSIA Bunda Aliyah Jakarta. Sari Pediatri, 21(2), 109–114. https://doi.org/10.14238/sp21.2.2019.109-14
Febrianti, F. A. A., Qurniyawati, E., Isfandiari, M. A., & Nasr, N. M. G. (2023). An epidemiological overview of dengue hemorrhagic fever (DHF) cases in Kediri Regency during 2017–2021: Gambaran epidemiologi kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kediri tahun 2017–2021. Jurnal Berkala Epidemiologi, 11(3), 215–223. https://doi.org/10.20473/jbe.V11I32023.215-223
Gagnier, J. J., Kienle, G., Altman, D. G., Moher, D., Sox, H., & Riley, D. (2013). The CARE guidelines: Consensus-based clinical case reporting guideline development. Journal of Medical Case Reports, 7, 223. https://doi.org/10.1186/1752-1947-7-223
Indriyani, D. P. R., & Gustawan, I. W. (2020). Manifestasi klinis dan penanganan demam berdarah dengue grade 1: Sebuah tinjauan pustaka. Intisari Sains Medis, 11(3), 1015–1019. https://doi.org/10.15562/ism.v11i3.847
Ileandea, B. V., Nurhayati, D., Sunardi, A., & Hikam, M. (2025). Correlation of high fluorescence lymphocyte count and thrombocytopenia in dengue fever infection. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, 31(3), 224–228. https://doi.org/10.24293/ijcpml.v31i3.2344
Juliasih, N. N., Sucipto, T. H., Sari, R. M., Nuha, Z., & Soegijanto, S. (2022). Knowledge and attitudes of dengue virus infection transmission and its relationship with eradication action program in Surabaya, Indonesia. Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease, 10(2), 137–143. https://doi.org/10.20473/ijtid.v10i2.36477
Kaagaard, M. D., Matos, L. O., Evangelista, M. V. P., Wegener, A., Holm, A. E., Vestergaard, L. S., et al. (2023). Frequency of pleural effusion in dengue patients by severity, age and imaging modality: A systematic review and meta-analysis. BMC Infectious Diseases, 23, 327. https://doi.org/10.1186/s12879-023-08311-y
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana infeksi dengue anak dan remaja. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Putra, I. M. B. W., Hartawan, I. N. B., & Gustawan, I. W. (2020). Karakteristik infeksi virus dengue pada pasien anak di poliklinik anak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar tahun 2016. Intisari Sains Medis, 11(1), 28–34. https://doi.org/10.15562/ism.v11i1.521
Rajani, A. A. P. I., & Windiyanto, R. (2023). Faktor risiko kejadian dengue shock syndrome pada anak di RSUD Sanjiwani Gianyar periode Januari 2021 sampai September 2022. Intisari Sains Medis, 14(2), 748–752. https://doi.org/10.15562/ism.v14i2.1720
Rosdiana, Tjeng, W. S., & Sudarso, S. (2017). Hubungan antara hasil pemeriksaan leukosit, trombosit dan hematokrit dengan derajat klinik DBD pada pasien anak di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Sari Pediatri, 19(1), 41–45. https://doi.org/10.14238/sp19.1.2017.41-5
Singh, R. K., Tiwari, A., Satone, P. D., Priya, T., & Meshram, R. V. (2023). Updates in the management of dengue shock syndrome: A comprehensive review. Cureus, 15(10). https://doi.org/10.7759/cureus.46713
Soegijanto, S., Sucipto, T. H., Mulyatno, K. C., & Churrotin, S. (2020). Epidemiology study of dengue virus in Surabaya, Bogor, and Bangkalan, Indonesia 2008–2018. Folia Medica Indonesiana, 56(4), 296–301. https://doi.org/10.20473/fmi.v56i4.24640
Tayal, A., Kumar, S., & Lodha, R. (2023). Management of dengue: An updated review. Indian Journal of Pediatrics, 90(2), 168–177. https://doi.org/10.1007/s12098-022-04394-8
World Health Organization. (2025). WHO guidelines for clinical management of arboviral diseases: Dengue, chikungunya, Zika and yellow fever. World Health Organization











