Peningkatan Softskill Siswa Smu Untuk Pendampingan Enumerator Pada Praktek Lapangan Kuliah Ekonomi Sumberdaya Di Desa Sungsang Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan
DOI:
https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v1i4.298Keywords:
Desa Sungsang, Enumerator, SoftskillAbstract
Kawasan pesisir pantai Sumatera Selatan didominasi oleh habitat mangrove dengan ciri khas pantai berlumpur. Desa Sungsang merupakan salah satu desa pesisir yang ada di Kabupaten Banyuasin dimana sebagian besar masyarakat di daerah ini memiliki mata pencarian sebagai nelayan. Kegiatan pengabdian terintegrasi ini melibatkan mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan UNSRI dalam mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Pesisir dan Laut dan Siswa SMU N 1 Banyuasin 2 sebagai khalayak sasaran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan softskill siswa SMU N 1 Banyuasin II di Desa Sungsang Kabupaten Banyuasin tentang pengetahuan ekonomi sumberdaya kelautan serta memberikan keterampilan pendampingan sebagai enumerator. Metode yang digunakan meliputi kuliah, praktikum di laboratorium dan praktek lapangan serta pelatihan sebagai pendamping enumerator bagi siswa SMU. Siswa SMU sebagai khalayak sasaran diberikan pretest sebelum pemaparan materi dan pendampingan sebagai enumerator, setelah itu dilakukan postest untuk mengevaluasi hasil kegiatan. Kegiatan pengabdian terintegrasi ini terlaksana dengan baik berkat peran aktif mahasiswa dan siswa SMU N 1 Banyuasin II yang terlibat. Rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan siswa SMU terlihat sangat antusias. Hasil evaluasi nilai pretest menunjukkan bahwa materi tentang nilai ekonomi sumberdaya laut serta pendampingan sebagai enumerator adalah 35% (7 siswa) yang mendapatkan skor 100, yang lainnya mendapatkan skror 50 dan 70. Adapun hasil postest skor 100 meningkat menjadi 75% (15 siswa). Artinya terjadi peningkatan pemahaman siswa terkait topik enumerator sebanyak 40% (8 orang) dan tidak ada siswa yang mendapatkan skor 50.
References
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan. (2021). https://sumsel.bps.go.id/subject/151/iklim.html/.
LPPM UM Pontianak. (2017). Enumerator untuk Pengelolaan Kawasan Mangrove. https://unmuhpnk.ac.id/internal-129-enumerator-untuk-pengelolaan-ekosistem-mangrove#gsc.tab=0 (26 Oktober 2022).
Balai Taman Nasional Berbak Sembilang. (2020). Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Taman Nasional Sembilang Tahun 2020 – 2029.
Fauziyah, F., Ulqodry, T. Z., Agustriani, F., & Simamora, S. (2012). Biodiversitas sumberdaya ikan ekonomis untuk mendukung pengelolaan kawasan mangrove taman nasional Sembilang (TNS) Kabupaten Banyuasin provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains (JPS), 15(4).Fauziyah, Purwiyanto AI, Putri WA, Agustriani F, Mustopa AZ. 2019. The first investigation record of threatened horseshoe crab in the Banyuasin estuarine, South Sumatra, Indonesia. Ecologica Montenegrina. 24: 17-24.









