Penguatan Kapasitas Diaspora Indonesia di Australia sebagai Penggerak Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

Authors

  • Raditha Dwi Vata Hapsari Universitas Brawijaya
  • Ananda Sabil Hussein Universitas Brawijaya
  • Rr Ayu Firdausiah Universitas Brawijaya
  • Kardina Yudha Parwati Universitas Brawijaya
  • Adelia Shabrina Prameka Universitas Brawijaya
  • Nguyen (Beo) Thai University of Wollongong

DOI:

https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v5i3.3347

Keywords:

Diaspora, Pariwisata berkelanjutan, Pariwisata berbasis komunitas, Pendekatan partisipatif, PKM internasional

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa Indonesia di Universitas Wollongong, Australia (PPI UOW) dalam mengomunikasikan potensi pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal kepada khalayak internasional melalui pendekatan partisipatif. Studi ini dilakukan dalam tiga fase dengan partisipasi 15 mahasiswa dari PPI UOW: (1) persiapan dan penilaian kebutuhan, (2) pelatihan, Focus Group Interview (FGD), implementasi dan pendampingan, dan (3) evaluasi dan tindak lanjut. Instrumen disusun berdasarkan tujuan dan materi kegiatan serta ditelaah berdasarkan kesesuaian isi dengan tujuan dan indikator kegiatan (content validity. Sebagai hasil dari kegiatan tersebut, skor kesadaran rata-rata peserta tentang pariwisata berkelanjutan dan pariwisata berbasis komunitas (CBT) meningkat sebesar 39,5%, dari 3,01 menjadi 4,20, dan tingkat keberhasilan 88% pengabdian ini berhasil diukur dari rata-rata presentase pengisian dari responden. Hasil utama studi ini, Kerangka Kerja Partisipatif, mendukung diaspora Indonesia dalam bertindak sebagai aktor diplomasi pariwisata, secara sistematis mengomunikasikan nilai-nilai budaya lokal dan pesan pariwisata berkelanjutan kepada khalayak internasional. Participatory Framework yang dihasilkan dari kegiatan ini membawa implikasi praktis yang signifikan bagi penguatan diplomasi pariwisata berbasis diaspora. Secara operasional, kerangka kerja ini menyediakan panduan terstruktur dan siklikal bagi organisasi mahasiswa seperti PPI UOW untuk mengolah kearifan lokal.

References

Badan Pusat Statistik. (2024). Perkembangan pariwisata Maret 2024. Badan Pusat Statistik.

Lowe, D. (2015). Australia’s Colombo Plans, old and new: International students as foreign relations. International Journal of Cultural Policy, 21(4), 448–462. https://doi.org/10.1080/10286632.2015.1042468

Muafi, M., Sugandini, D., S Susilowati, C. (2018). Pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan community based tourism di Desa Kepakisan Dataran Dieng. Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 3(1), 48–54. https://doi.org/10.26905/abdimas.v3i1.2250

Rumayya, R., Rahayu, T. P., Nindya, T. S., Prameswari, Z. W. A. W., S Akhsani, O. (2025). Pilot program pengembangan desa wisata berwawasan lingkungan dan kearifan lokal di Desa Kuripansari, Kabupaten Mojokerto. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 10(12), 2627–2633. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v10i12.10091

Yasir, Y. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui community-based tourism (CBT) dalam mewujudkan Desa Wisata Koto Sentajo. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 27(4), 352–360. https://doi.org/10.24114/jpkm.v27i4.23283

Muda, F. (2025). Community participation in Indonesian sustainable tourism: A systematic review of models, impacts, and gaps. Priviet Social Sciences Journal, 5(8), 125-139. https://doi.org/10.55942/pssj.v5i8.462

Giampiccoli, A., & Saayman, M. (2018). Community-based tourism development model and community participation. African Journal of Hospitality, Tourism and Leisure, 7(4), 1-27. https://www.ajhtl.com/uploads/7/1/6/3/7163688/article_16_vol_7_4__2018.pdf

Bislev, A. (2017). Student-to-student diplomacy: Chinese international students as a soft-power tool. Journal of Current Chinese Affairs, 46(2), 81-109. https://doi.org/10.1177/186810261704600204

Li, T. T. (2015). The role of diaspora tourism in affecting the diasporic individuals in place attachment: a study of Chinese diaspora in North America. https://theses.lib.polyu.edu.hk/handle/200/7952

Cahyanto, I., Liu-Lastres, B., & Gallagher, W. (2023). Diaspora engagement in tourism crisis recovery: The case of Indonesia. Tourism Review, 78(4), 1133-1146. https://doi.org/10.1108/TR-06-2022-0291

Kusnedi, R., Arafah, W., Hutagalung, M. H., & Wulan, S. (2025). The role of gastrodiplomacy in enhancing Indonesian culinary tourism abroad. KnE Social Sciences, 10(29), 572-583. DOI:10.18502/kss.v10i29.20298

Huang, W. J., Hung, K., & Chen, C. C. (2018). Attachment to the home country or hometown? Examining diaspora tourism across migrant generations. Tourism Management, 68, 52-65. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2018.02.019 0261-5177

Sürücü, L. (2020). Validity and reliability in quantitative research. Business & management studies: an international journal. doi: http://dx.doi.org/10.15295/bmij.v8i3.1540

Jamal, T., Budke, C., & Barradas-Bribiesca, I. (2019). Community-based tourism and ‘development’. In A research agenda for tourism and development (pp. 125-150). Edward Elgar Publishing. https://doi.org/10.4337/9781788112413.00013

Widyaswari, M., Susanto, S. F., Nusantara, W., & Agustina, I. (2025, February). Integration of local wisdom in sustainable tourism development strategy in the traditional village of Ende Tribe. In International Joint Conference on Arts and Humanities 2024 (IJCAH 2024) (pp. 1675-1694). Atlantis Press. doi: 10.2991/978-2-38476-317-7_159.

Downloads

Published

2026-09-30