Pentingnya Edukasi Pemantauan Kehamilan Rutin dan Pencegahan Baby Blues pada Ibu Hamil
DOI:
https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v5i2.2981Keywords:
Baby blues, Edukasi kesehatan, Kehamilan rutin, Pengabdian masyarakatAbstract
Masa nifas merupakan periode adaptasi yang kompleks sehingga ibu berisiko mengalami gangguan psikologis, salah satunya baby blues. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya pemantauan kehamilan rutin (Antenatal Care) dan upaya pencegahan baby blues melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Januari 2026 di Puskesmas Hative Kecil, Kota Ambon, menggunakan metode penyuluhan kesehatan dan diskusi interaktif. Sebanyak 10 ibu hamil mengikuti kegiatan dengan antusias. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata pretest dari 60% menjadi 84% pada posttest. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai gejala awal baby blues, pentingnya kunjungan antenatal secara rutin, dan dukungan keluarga selama masa kehamilan serta nifas. Kegiatan edukasi kesehatan terbukti meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan baby blues. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan dapat mendukung kesehatan mental ibu dan meningkatkan kualitas pengasuhan bayi sejak awal kehidupan.
References
American College of Obstetricians and Gynecologists. (2023). Screening and diagnosis of mental health conditions during pregnancy and postpartum. ACOG Clinical Practice Guideline.
American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.; DSM-5-TR).
Bobak, I. M., Lowdermilk, D. L., & Jensen, M. D. (2012). Buku ajar keperawatan maternitas. EGC.
Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Bloom, S. L., et al. (2018). Williams obstetrics (25th ed.). McGraw-Hill Education.
Henshaw, C. (2022). Mood disturbance in the early puerperium: Baby blues and postpartum depression. Journal of Reproductive and Infant Psychology.
International Federation of Gynecology and Obstetrics. (2023). Good clinical practice advice: Maternal mental health. FIGO.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman pelayanan antenatal terpadu. Kementerian Kesehatan RI.
Ningrum, R., dkk. (2023). Edukasi Baby Blues Syndrome sebagai upaya peningkatan pengetahuan ibu hamil. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 5(2), 112–118.
Rohmah, N. F. (2018). Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Intizam: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1), 1–11.
Stuart, G. W. (2016). Prinsip dan praktik keperawatan kesehatan jiwa. EGC.
United Nations Children's Fund. (2021). The State of the World's Children 2021: On My Mind—Promoting, protecting and caring for children's mental health. UNICEF.
Varney, H., Kriebs, J. M., & Gegor, C. L. (2014). Buku ajar kebidanan Varney. EGC.
World Health Organization. (2015). Maternal mental health and child health and development. WHO.
World Health Organization. (2022). Guide for integration of perinatal mental health into maternal and child health services. WHO.
Wulandari, D., dkk. (2022). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang Baby Blues Syndrome. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(1), 45–52.









