JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj <p><strong>JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa</strong> memiliki e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220622381542336" target="_blank" rel="noopener">2830-5558</a> dan p-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220622151579848" target="_blank" rel="noopener">2830-5744</a>, merupakan jurnal <em>open access</em>, dengan fokus pada rumpun ilmu kesehatan termasuk ranah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang menerbitkan artikel hasil penelitian asli maupun artikel hasil tinjauan pustaka, mencakup: Penelitian medis dan klinis, Penelitian kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif, Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan. <strong>JUKEJ </strong>menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun <em><a href="https://docs.google.com/document/d/1Wd4y2qAbSh-_h8fA9YfA_ajoysJAJm0o/edit?usp=sharing&amp;ouid=116803818225163091555&amp;rtpof=true&amp;sd=true" target="_blank" rel="noopener">template</a></em> yang sudah disediakan oleh pengelola. <strong>JUKEJ</strong> adalah jurnal dibawah naungan Yayasan J<em>ompa Research and Development</em>. <strong>JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa</strong> <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/14764">Terakreditasi SINTA 4,</a> sesuai SK Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Nomor: 10/C/C3/DT.05.00/2025. Terbit 4 Kali setiap tahun.</p> id-ID perahubima@gmail.com (Muh. Nasir) abankbima@gmail.com (Indrawan) Mon, 21 Sep 2026 07:08:45 +0700 OJS 3.3.0.8 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Komparatif Kualitas Hidup Lansia pada Program Sekolah Lansia Berdaya (SIDAYA) Kecamatan Meureubo, Aceh Barat https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3136 <p>Peningkatan populasi lansia menjadi tantangan kesehatan masyarakat global, di mana World Health Organization melaporkan prevalensi gangguan mental emosional pada lansia mencapai 14,1%. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas hidup lansia pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Program Sekolah Lansia Berdaya (SIDAYA) dikembangkan sebagai intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kualitas hidup antara lansia peserta dan non-peserta Program SIDAYA di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Penelitian kuantitatif dengan desain <em>comparative cross-sectional</em> ini melibatkan 44 responden yang dipilih menggunakan <em>purposive sampling</em> di dua lokus penelitian, terdiri dari 19 orang kelompok peserta SIDAYA (Desa Pasi Pinang) dan 25 orang kelompok non-peserta (Desa Peunaga Rayeuk). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF dan dianalisis menggunakan uji <em>Independent Sample T-Test</em>, <em>Mann-Whitney</em>, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan kelompok peserta SIDAYA memiliki rata-rata skor total kualitas hidup yang signifikan lebih tinggi (68,45 ± 11,60) dibandingkan kelompok non-peserta (54,14 ± 12,44) dengan nilai <em>p</em> = 0,000. Perbedaan signifikan secara konsisten juga ditemukan pada seluruh domain, yaitu fisik (<em>p</em> = 0,008), psikologis (<em>p</em> = 0,005), sosial (<em>p</em> = 0,025), dan lingkungan (<em>p </em>= 0,000). Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa keikutsertaan dalam Program SIDAYA berhubungan signifikan dengan peningkatan kualitas hidup lansia sebesar 10,581 poin lebih tinggi setelah mengontrol variabel pengganggu (<em>p</em> = 0,009). Program SIDAYA terbukti secara nyata berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di wilayah perdesaan.</p> Izzatul Husna, Rubi Rimonda, T.M. Rafsanjani, Maiza Duana, Onetusfifsi Putra Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3136 Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Aktivitas Fisik dan IMT dengan Massa Otot pada Lansia Diabetes Melitus di Puskesmas Pamotan https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2604 <p>Prevalensi Diabetes Melitus (DM) tipe 2 pada lansia di Indonesia meningkat seiring bertambahnya populasi usia. Kondisi ini meningkatkan risiko sarcopenia melalui resistensi insulin dan inflamasi kronis. Aktivitas fisik dan indeks massa tubuh (IMT) berperan dalam mempertahankan massa otot lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan aktivitas fisik dan IMT dengan status massa otot pada lansia penderita DM tipe 2 di Puskesmas Pamotan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan rancangan cross-sectional, melibatkan 100 lansia penderita DM tipe 2 berusia 60–70 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), IMT diperoleh melalui pengukuran antropometri, sedangkan massa otot diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) Omron HBF-375 dan dikategorikan menjadi massa otot rendah dan normal. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan p &lt; 0,05 serta perhitungan odds ratio (OR). Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki aktivitas fisik sedang, IMT normal, dan massa otot normal. Terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dan status massa otot (p = 0,001; OR = 0,096). Hubungan bermakna juga ditemukan antara IMT dan status massa otot (p &lt; 0,001; OR = 14,33). Responden dengan IMT underweight memiliki risiko lebih tinggi mengalami massa otot rendah dibandingkan responden dengan IMT normal. Kesimpulannya, aktivitas fisik sedang dan IMT normal berhubungan dengan massa otot normal. Program latihan fisik terstruktur dan skrining status gizi direkomendasikan untuk mencegah sarcopenia pada lansia dengan DM tipe 2.</p> Nabila Rachma, Alif Adlan Zulizar, Afiana Afiana Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2604 Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Desa Rundeng Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3185 <p>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan, dimana faktor lingkungan rumah tinggal memegang peran penting. Karakteristik hunian yang buruk, seperti ruang yang terlalu padat, kurangnya paparan cahaya matahari, sirkulasi udara yang buruk, serta tingkat kelembapan yang tinggi, berpotensi memicu timbulnya ISPA. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> ini diselenggarakan pada April 2026 di Desa Rundeng, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam untuk mengkaji korelasi tersebut. Mempergunakan teknik total sampling, dihimpun sampel sebanyak 93 rumah yang memiliki anak bawah lima tahun (balita). Data dihimpun melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan, lalu dianalisis mempergunakan uji Chi-Square. Temuan kajian mengonfirmasi adanya hubungan signifikan secara statistik antara kejadian ISPA pada balita dengan empat variabel fisik rumah: kepadatan hunian(p=0,023), pencahayaan (p=0,027), ventilasi (p=0,045), serta kelembapan (p=0,013). Berlandaskan temuan tersebut, disimpulkan bahwa kualitas fisik rumah berhubungan terhadap kejadia ISPA balita. Langkah intervensi berupa renovasi ventilasi, optimalisasi pencahayaan alami, pengaturan kepadatan ruang, dan penurunan kelembapan sangat direkomendasikan untuk menekan angka kasus ISPA.</p> Meriwati Meriwati, Sufyan Anwar, Meutia Paradhiba, Kiswanto Kiswanto, Ernawati Ernawati Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3185 Mon, 21 Sep 2026 00:00:00 +0700 Peran Bidan dalam Pendampingan Laktasi pada Ibu Post Partum: Studi Kasus Ny H P1 A1 Menggunakan Pendekatan Manajemen Kebidanan Varney https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2769 <p>Pendampingan laktasi merupakan salah satu bentuk intervensi kebidanan yang berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada masa postpartum. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan karena terbukti memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi serta mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal (WHO, 2023; Victora et al., 2021). Namun, praktik pemberian ASI eksklusif masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya pemahaman ibu mengenai teknik menyusui yang tepat (Odom et al., 2021; Meedya et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran bidan dalam memberikan pendampingan laktasi pada ibu postpartum Ny. H P1A1. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan penerapan manajemen kebidanan Varney serta penilaian kemampuan menyusui melalui metode LATCH score dari 5 meningkat menjadi 9 Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menyusui yang ditandai dengan perbaikan skor LATCH, peningkatan produksi ASI, serta perbaikan kondisi psikologis ibu. Pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan terbukti meningkatkan pemahaman ibu mengenai pemberian ASI.</p> Ririn Ratnasari, Fetty Rosyadi Wachdin, Hayun Manudyaning Susilo, Nur Hidayati Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2769 Mon, 21 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Pengetahuan dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Perawat Menghadapi Bencana di RSUD Prambanan https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2220 <p>Kesiapsiagaan merupakan upaya antisipasi bencana yang penting dilakukan oleh perawat sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan perawat menghadapi bencana di RSUD Prambanan. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional pada 96 perawat yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kesiapsiagaan bencana, kemudian dianalisis dengan uji <em>Kendall Tau</em>. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (87,5%) dan kesiapsiagaan tinggi (64,6%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana (p=0,016), namun kekuatan hubungan sangat lemah (r=0,247). Temuan ini mengindikasikan bahwa pengetahuan berperan dalam meningkatkan kesiapsiagaan perawat, tetapi bukan merupakan faktor utama. Kesiapsiagaan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengalaman, pelatihan, simulasi bencana, serta lama bekerja.</p> Retno Yuli Hastuti, Dyah Istiqomah, Istianna NH, Arlina Dhian S, Puput Risti Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2220 Mon, 21 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Keguguran Berulang: Studi Kasus-Kontrol https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2331 <p>Abortus berulang merupakan masalah kesehatan reproduksi yang berdampak pada kondisi fisik dan psikologis perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian abortus berulang pada pasien di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik kasus-kontrol dengan 104 responden (52 kasus, 52 kontrol). Data diperoleh dari rekam medis periode Januari 2022–Desember 2024 dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact. Distribusi IMT pada kelompok kasus: obesitas 38,5%, overweight 26,9%, normal 28,8%, underweight 5,8%; kelompok kontrol: overweight 38,5%, normal 32,7%, obesitas 19,2%, underweight 9,6%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p = 0,171 dan uji Fisher's Exact p = 0,247, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara IMT dan abortus berulang. Namun, analisis subkelompok menunjukkan peningkatan risiko bermakna pada kelompok obesitas dibandingkan IMT normal (OR = 2,51; 95% CI: 1,10–5,62; p = 0,025). Temuan ini menegaskan perlunya skrining IMT dalam konseling prakonsepsi meskipun signifikansi statistik keseluruhan tidak tercapai pada studi berskala terbatas ini.</p> Zaidah Ni’matullah Rusli, Ernawati Ernawati, Zakiyatul Faizah, Dewi Setyowati Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2331 Mon, 21 Sep 2026 00:00:00 +0700 Analisis Risiko Kecelakaan Kerja di Puskesmas Kecamatan Baso Kabupaten Agam https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2614 <p>Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Puskesmas bertujuan melindungi tenaga kesehatan, pasien, dan lingkungan kerja dari potensi kecelakaan kerja. Fasilitas pelayanan kesehatan memiliki beragam bahaya yang, apabila tidak dikendalikan dengan baik, dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja di Puskesmas yang ada di Kecamatan Baso Kabupaten Agam melalui identifikasi bahaya, analisis dan evaluasi tingkat risiko, penyusunan rancangan upaya pengendalian risiko, serta pelaksanaan komunikasi dan konsultasi hasil analisis risiko.Penelitian ini menggunakan metode <em>mixed methods</em> dengan desain <em>sequential explanatory</em> yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan penilaian menggunakan matriks risiko pada 14 ruangan pelayanan di Puskesmas yang ada di Kecamatan Baso Kabupaten Agam. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat 59 potensi bahaya. Analisis risiko tidak menemukan bahaya dengan tingkat risiko tinggi, namun terdapat 3 bahaya dengan risiko bermakna, 23 bahaya dengan risiko moderat, dan 33 bahaya dengan risiko rendah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan K3 di Puskesmas yang ada di Kabupaten Agam masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam aspek penataan ruang dan instalasi listrik, peningkatan kepatuhan terhadap penerapan SOP K3 dan penggunaan APD, pelaksanaan pelatihan K3 secara berkala, serta penerapan HIRADC secara menyeluruh dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan tenaga kesehatan serta mutu pelayanan di Puskesmas.</p> Siska Rahayu, Yuniar Lestari, Nelmi Silvia Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2614 Thu, 24 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Kualitas Pelayanan, Nilai yang Dipersepsikan, Kepercayaan, dan Niat Berkunjung Kembali https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3159 <p>Kualitas pelayanan, nilai yang dirasakan, kepuasan, kepercayaan, dan niat berkunjung kembali merupakan konstruk penting dalam keberlanjutan pelayanan kesehatan dan <em>medical tourism</em>. Hubungan antar konstruk tersebut belum konsisten pada berbagai negara dan jenis layanan. Review ini bertujuan mensintesis hubungan kualitas pelayanan, nilai yang dirasakan, kepuasan, kepercayaan, dan niat berkunjung kembali pada pelayanan kesehatan dan <em>medical tourism</em> di Asia. Penelitian menggunakan <em>narrative review</em> dengan sintesis tematik. Pencarian dilakukan pada Scopus, Web of Science, PubMed, dan Google Scholar untuk artikel berbahasa Inggris periode 2021–2026. Dari 160 artikel yang teridentifikasi, 36 duplikat dihapus dan 124 artikel disaring berdasarkan judul dan abstrak. Sebanyak 32 artikel ditelaah secara lengkap, kemudian delapan artikel primer dari Indonesia, Malaysia, Makau, Turki, Hong Kong, India, dan Vietnam diikutkan dalam sintesis. Hasil menunjukkan bahwa kualitas pelayanan umumnya meningkatkan nilai yang dirasakan dan kepuasan. Waktu tunggu menjadi faktor dominan terhadap kepuasan dan niat berkunjung kembali pada rumah sakit rawat jalan di Indonesia, sedangkan kepercayaan pasien menjadi prediktor kuat niat berkunjung kembali pada klinik gigi swasta di Malaysia. Nilai yang dirasakan tidak selalu meningkatkan kepuasan di Indonesia dan Vietnam. Citra destinasi memediasi hubungan nilai rumah sakit dan niat berkunjung kembali dalam <em>medical tourism</em> di Turki. Temuan menunjukkan bahwa loyalitas pasien bersifat kontekstual dan dipengaruhi karakteristik layanan serta destinasi.</p> Variansa Sava Ramadhan, Burhanuddin Ichsan, Safari Wahyu Jatmiko, Yusuf Alam Romadhon Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3159 Thu, 24 Sep 2026 00:00:00 +0700 Second-Hand Smoke Exposure and Children’s Health: A Bibliometric Analysis of Research Trends, 2015–2025 https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2810 <p><em>This study aimed to analyze publication trends, research themes, influential publications, and international research patterns concerning second-hand smoke (SHS) exposure and children’s health from 2015 to 2025. A quantitative bibliometric design was used. Records were identified from Scopus and Web of Science and screened according to predefined publication year, subject area, document type, language, and relevance criteria. A total of 228 articles were included in the final analysis. Bibliometric analysis examined publication trends, citations, productive countries, keyword co-occurrence, and research collaboration, with visualization using VOSviewer. The highest annual output was recorded in 2015 (34 articles). The United States contributed the largest number of publications (50 articles), followed by the United Kingdom (47 articles) and Australia (26 articles). The dominant research focus concerned second-hand smoke, children, and smoking, with respiratory outcomes such as asthma emerging as an important theme. Overlay visualization also indicates a shift toward topics involving children, pregnancy, and asthma in 2020–2021. These findings demonstrate that SHS exposure in children remains an important and evolving public health research area. The bibliometric map can support researchers and policymakers in prioritizing respiratory health, smoke-free environments, parental smoking cessation, and emerging passive exposure to alternative nicotine products.</em></p> Kartika Puteri Cahyati, Titih Huriah Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2810 Thu, 24 Sep 2026 00:00:00 +0700 Literature Review Implementasi Human Resource Scorecard dalam Penilaian Kinerja Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2630 <p>Peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit sangat dipengaruhi oleh efektivitas pengelolaan sumber daya manusia (SDM). <em>Human Resources Scorecard</em> (HRSC) merupakan pendekatan strategis yang digunakan untuk mengukur kinerja SDM melalui perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi HRSC dalam pengukuran kinerja SDM di rumah sakit berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui penelusuran artikel pada Google Scholar, Portal Garuda, dan Elsevier tahun 2019–2024. Berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh enam artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa HRSC mampu membantu rumah sakit dalam menetapkan indikator kinerja yang terukur, meningkatkan efektivitas kerja karyawan, mengidentifikasi kelemahan organisasi, serta mendukung pengambilan keputusan strategis berbasis data. Dengan demikian, HRSC direkomendasikan sebagai instrumen evaluasi kinerja SDM untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing rumah sakit.</p> Abrisha Agung Wicaksono, Ria Churin Ain, Ansarul Fahrudda, Rachmad Cahyadi Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2630 Sun, 27 Sep 2026 00:00:00 +0700 Determinan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Kalideres https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2778 <p>Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit karena mencerminkan sejauh mana pelayanan mampu memenuhi harapan dan kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Kalideres. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em> yang dilaksanakan pada tahun 2025 terhadap 100 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik <em>Quota Sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan <em>Three Box Method</em> serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata indeks sebesar 92,65%. Indikator <em>tangible</em> memperoleh nilai 88,63%, <em>empathy</em> 95,13%, <em>reliability</em> 90,13%, <em>responsiveness</em> 94,38%, dan <em>assurance</em> 95,13%, yang seluruhnya berada pada kategori tinggi. Kepuasan pasien juga berada pada kategori tinggi berdasarkan indikator ketepatan waktu sebesar 94,81%, kesopanan dalam memberikan pelayanan sebesar 95,66%, dan tanggung jawab sebesar 95,00%. Namun, hasil regresi logistik menunjukkan nilai <em>p-value</em> = 0,0657 &gt; 0,05, sehingga kualitas pelayanan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Kalideres. Hasil ini menunjukkan bahwa kepuasan pasien kemungkinan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti.</p> Maya Syafira, Mieke Nurmalasari, Hosizah Hosizah, Witri Zuama Qomarania Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2778 Sun, 27 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Paparan Edukasi Parenting Melalui TikTok Rensia Sanvira dengan Perilaku Pengasuhan Ibu di TK Teratai Temas Kota Batu https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3232 <p>Anak usia dini berada pada masa emas perkembangan sehingga pengasuhan orang tua sangat menentukan tumbuh kembangnya. Namun, praktik pengasuhan di Indonesia masih bervariasi dan belum optimal. Media sosial TikTok @rensia_sanvira menjadi salah satu sumber edukasi parenting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan edukasi parenting menggunakan TikTok @rensia_sanvira dengan perilaku pengasuhan Ibu di TK Teratai Temas. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>, dengan populasi 75 Ibu, sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 63 Ibu yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner paparan konten parenting dan kuesioner <em>Alabama Parenting Questionnaire Preschool Revision</em>, kemudian dianalisis menggunakan uji <em>Spearman Rank</em>. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas Ibu memiliki tingkat paparan parenting kategori sedang (47,6%) dan mayoritas menerapkan pengasuhan positif (52,4%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,215 dengan nilai p-value sebesar 0,091 (p&gt;0,05) yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara paparan edukasi parenting TikTok @rensia_sanvira dengan perilaku pengasuhan Ibu. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan edukasi parenting digital saja belum tentu cukup untuk mengubah perilaku pengasuhan Ibu.</p> Siti Ainur Khorimah, Nurul Pujiastuti, Heny Astutik, Lisa Purbawaning Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3232 Sun, 27 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Pengetahuan Ibu dan Dukungan Suami dengan Pemberian ASI Eksklusif https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3172 <p>ASI eksklusif merupakan faktor penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Namun, keberhasilan pemberian ASI eksklusif masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pengetahuan ibu dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Setabu tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 40 ibu dengan bayi usia 6–12 bulan sebagai responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif (p=0,012; OR=5,49; 95% CI=1,42–21,15) serta dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif (p=0,028; OR=4,29; 95% CI=1,17–15,70). Ibu dengan pengetahuan baik dan dukungan suami yang optimal memiliki peluang lebih besar dalam memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu, penguatan edukasi kesehatan bagi ibu serta peningkatan keterlibatan suami melalui program promosi ASI eksklusif di fasilitas pelayanan kesehatan perlu ditingkatkan untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.</p> Norasikin Norasikin, Mega Octamelia, Eka Darmayanti Putri Siregar, Selvia Febrianti, Nurrahmi Umami Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3172 Sun, 27 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Antara Academic Misfit dan Self-Esteem pada Mahasiswa S1 Keperawatan https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2309 <p>Mahasiswa keperawatan menghadapi tuntutan akademik dan praktik klinik yang kompleks sehingga berisiko mengalami ketidaksesuaian dengan lingkungan akademik, materi, maupun proses pembelajaran. Kondisi ini dikenal sebagai <em>academic misfit</em> dan berpotensi memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa, termasuk <em>self-esteem</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara <em>academic misfit</em> dan <em>self-esteem</em> pada mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian terdiri dari 237 mahasiswa S1 Keperawatan angkatan 2022, 2023, dan 2024. <em>Academic misfit</em> diukur menggunakan <em>Perceived Person–Environment Fit Scale</em>, sedangkan <em>self-esteem</em> diukur menggunakan <em>Coopersmith Self-Esteem Inventory</em>. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi <em>Pearson Product Moment</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dengan kekuatan lemah antara <em>academic misfit</em> dan <em>self-esteem</em> (r = 0,281; p &lt; 0,001). Disimpulkan bahwa penurunan <em>academic misfit</em> diikuti oleh perubahan terhadap peningkatan <em>self-esteem</em>.</p> Jeni Mediena Putri, Reni Nuryani, Heri Ridwan Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2309 Sun, 27 Sep 2026 00:00:00 +0700 Distribusi Faktor Risiko Stunting pada Baduta di Kota Surakarta https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2805 <p><em>Stunting</em> masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada baduta yang berada pada periode kritis pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi, jenis, dan faktor risiko <em>stunting</em> pada baduta di Kota Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari platform SatukanSolo milik Pemerintah Kota Surakarta. Data dikumpulkan pada Januari–Maret 2025 menggunakan teknik total sampling terhadap seluruh baduta di lima kecamatan. Variabel penelitian terdiri atas 12 faktor risiko <em>stunting</em>. Data dianalisis secara univariat melalui perhitungan frekuensi dan persentase serta disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil menunjukkan bahwa 70.464 dari 98.925 baduta (71,23%) memiliki faktor risiko <em>stunting</em>. Persentase tertinggi ditemukan di Kecamatan Jebres (73,91%), diikuti Pasar Kliwon (73,48%) dan Banjarsari (72,52%). Faktor risiko yang paling banyak ditemukan adalah tidak mendapatkan ASI eksklusif (24%), jumlah anak lebih dari dua (21%), dan belum/tidak ber-KB (20%). Kecamatan Banjarsari dan Jebres memiliki beban faktor risiko tertinggi. Disimpulkan bahwa faktor risiko <em>stunting</em> pada baduta di Kota Surakarta masih tinggi dan bervariasi antar kecamatan sehingga diperlukan penguatan intervensi berbasis wilayah, terutama peningkatan cakupan ASI eksklusif dan pelayanan keluarga berencana.</p> Assyifa Hasna Jauza, Kusuma Estu Werdani Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2805 Sun, 27 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Antara Beban Kerja terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja Coffee Shop di Kota Surakarta https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2583 <p><em>Pertumbuhan industri coffee shop di Kota Surakarta menyebabkan meningkatnya jumlah pekerja. Namun, karakteristik pekerjaan di coffee shop menuntut pekerja menghadapi beban kerja yang tinggi, sehingga berpotensi memicu kelelahan kerja. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan beban kerja fisik dan mental terhadap kelelahan kerja pada pekerja coffee shop di Kota Surakarta dengan menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 128 pekerja coffee shop di Kota Surakarta. Beban kerja fisik diukur menggunakan metode Heart Rate Reserve (%HRR), beban kerja mental diukur menggunakan kuesioner NASA-TLX, sedangkan kelelahan kerja diukur menggunakan Subjective Self Rating Test (SSRT). Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar pekerja memiliki beban kerja fisik kategori sedang, beban kerja mental kategori tinggi, dan kelelahan kerja kategori sedang, serta terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja fisik dan mental terhadap kelelahan kerja (p = 0,001; p = 0,006 (p &lt; 0,05). Temuan tersebut menegaskan bahwa kelelahan kerja pada pekerja coffee shop berkaitan dengan kombinasi tuntutan fisik dan mental dalam aktivitas kerja sehari-hari, sehingga penelitian ini menggambarkan secara empiris tingkat beban kerja serta kontribusinya terhadap kelelahan kerja pada pekerja coffee shop</em>.</p> Alzania Nur Rokhmah, Salsabila Purnamasari Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2583 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0700 Asuhan Keperawatan dengan Intervensi Mobilisasi Progresif di ICU Eka Hospital BSD: Laporan Kasus https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2589 <p>Pasien stroke hemoragik fase akut di ICU rentan terhadap komplikasi hemodinamik dan respirasi akibat imobilisasi berkepanjangan. Mobilisasi progresif level I merupakan intervensi nonfarmakologis yang bertujuan menstabilkan tekanan darah, meningkatkan saturasi oksigen, serta mencegah komplikasi tirah baring. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek mobilisasi progresif level I terhadap stabilitas hemodinamik dan saturasi oksigen pada pasien stroke hemoragik di ICU. Desain studi kasus deskriptif digunakan pada satu pasien stroke hemoragik fase akut. Data dikumpulkan melalui pengkajian keperawatan, observasi tekanan darah dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi, serta pemantauan status neurologis. Setelah penerapan mobilisasi progresif level I, tekanan darah pasien menjadi lebih stabil, dengan penurunan tekanan sistolik bertahap tanpa tanda instabilitas. Saturasi oksigen meningkat, menandakan perbaikan ventilasi dan pertukaran gas. Tidak ditemukan komplikasi seperti penurunan kesadaran mendadak, desaturasi, atau peningkatan tekanan intrakranial signifikan. Mobilisasi progresif level I efektif dan aman untuk menstabilkan tekanan darah serta meningkatkan saturasi oksigen pada pasien stroke hemoragik di ICU. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari praktik keperawatan berbasis bukti.</p> Elise Eka; Ns. Maria Astrid Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2589 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0700 Faktor Domain Perilaku yang Berhubungan dengan Upaya Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada Peserta Program Pemberdayaan Masyarakat di Aceh Barat https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3130 <p>Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dan sosial yang berdampak pada kondisi fisik, psikologis, dan kesejahteraan keluarga. Pencegahan KDRT memerlukan keterlibatan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, pembentukan sikap positif, penguatan dukungan sosial, dan tindakan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dukungan sosial, dan tindakan dengan upaya pencegahan KDRT pada masyarakat di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden berjumlah 71 orang yang terdiri atas tokoh masyarakat dan kader. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (56,3%), sedangkan sikap negatif sebesar 43,7%, dukungan sosial rendah sebesar 40,8%, dan tindakan buruk sebesar 43,7%. Upaya pencegahan KDRT sebagian besar berada pada kategori cukup optimal (38,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p&lt;0,001), sikap (p&lt;0,001), dukungan sosial (p&lt;0,001), dan tindakan (p&lt;0,001) dengan upaya pencegahan KDRT. Penguatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, pemberdayaan tokoh masyarakat dan kader, serta peningkatan dukungan sosial diperlukan untuk mendukung terwujudnya keluarga yang aman, harmonis, dan bebas dari kekerasan.</p> Putri Mujahidah, Maiza Duana, T.M. Rafsanjani, Meutia Paradhiba, Lili Eky Nursia Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3130 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hemorrhagic Stroke: a Scoping Review https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2675 <p><em>Hemorrhagic stroke remains a leading cause of death and disability in Indonesia. However, comprehensive national data on its demographic and clinical characteristics across various age groups remain limited. Understanding these characteristics is crucial for improving prevention and management strategies. This literature review was conducted in February 2026 using the Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and Garuda databases. Articles published between 2016 and 2026 were identified using keywords based on the Population–concept–context framework. Study selection followed the PRISMA guidelines. Data extraction included study characteristics and key findings, and the analysis was conducted narratively. The initial search yielded 1125 articles. After the screening process, 11 articles remained. Hemorrhagic stroke most frequently occurs in patients aged ≥45 years and is generally more common in men. Intracerebral hemorrhage (ICH) is the dominant subtype, with bleeding primarily located in the deep cerebral and supratentorial regions. Hypertension is the most significant risk factor, often accompanied by other comorbidities such as diabetes mellitus, dyslipidemia, chronic kidney disease, and heart disease. Hemorrhagic stroke in Indonesia is strongly associated with hypertension and typically involves intracerebral hemorrhage in the deep brain regions, highlighting the importance of strict risk factor control, education regarding the early symptoms of hemorrhagic stroke, and the development of a more structured national stroke registry.</em></p> Satria Akbar Putra Asmara, Ulil Albab Habibah, Jihan Irbah Salsabila, Violetta Meitrie Sugianto Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2675 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Frekuensi Perilaku Double Cleansing dengan Kejadian Timbulnya Jerawat pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2813 <p>Jerawat merupakan peradangan kronik pada unit pilosebasea yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kebersihan wajah. Jerawat umum terjadi pada usia 12–25 tahun, termasuk mahasiswa. <em>Double cleansing </em>sebagai salah satu bentuk perawatan wajah diduga berhubungan dengan kejadian jerawat, namun hubungan frekuensinya masih belum banyak diteliti. Mengetahui apakah terdapat hubungan antara frekuensi perilaku <em>double cleansing </em>dengan kejadian timbulnya jerawat pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universita Muhammadiyah Purwokerto. Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik dengan desain <em>cross-sectional. </em>Sampel pada penelitian yaitu 114 mahasiswa Fakultas Kedokteran Angkatan 2022-2025. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner frekuensi perilaku double cleansing, dan kuesioner GAGS <em>(Global Acne Grading System). </em>Analisis bivariat pada penelitian menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Mayoritas responden berusia 20 tahun (25,43%), berjenis kelamin perempuan (72,80%), dan paling banyak berasal dari angkatan 2022 (41,22%). Sebagian besar responden memiliki kulit kombinasi (34,21%) dan mengalami jerawat ringan (71,05%). Frekuensi <em>double cleansing </em>terbanyak adalah 2 kali (50,87%). Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi perilaku <em>double cleansing </em>dengan kejadian jerawat (p = 0,058). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi perilaku <em>double cleansing </em>dengan kejadian timbulnya jerawat pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto.</p> Meylikha Yossy Utami, Titik Kusumawinakhyu, Ira Citra Ningrom, Yuhantoro Budi HS Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2813 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0700 Bibliometric Analysis of Research Trends on Cigarette Smoke Exposure and Childhood Asthma https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2812 <p><em>Parental cigarette smoke exposure is an environmental risk factor that may negatively affect children’s respiratory and overall health. Exposure during pregnancy and after birth may increase the risk of respiratory disorders, particularly asthma, and affect lung function development. This study aimed to analyze publication trends, citation patterns, country distribution, and research themes related to parental cigarette smoke exposure and childhood asthma. A bibliometric analysis was conducted using Scopus data covering publications from 2015 to 2025. A total of 484 articles meeting the inclusion criteria were analyzed using VOSviewer to map publication trends, country contributions, keyword relationships, and thematic developments. The results showed continued research development, with the highest number of publications recorded in 2022, totaling 61 articles. The United States was the leading contributor with 119 publications, followed by the United Kingdom with 70 publications. The article by Castro-Rodriguez et al. (2016), entitled </em><em>Risk and Protective Factors for Childhood Asthma: What Is the Evidence?</em><em>, received the highest number of citations, with 233 citations. Keyword analysis identified </em><em>children</em><em>, </em><em>maternal smoking</em><em>, </em><em>pregnancy</em><em>, </em><em>asthma</em><em>, and </em><em>risk factors</em><em> as dominant themes. Thematic evolution indicated increasing attention to prenatal and postnatal cigarette smoke exposure and its association with childhood asthma and respiratory health. Overall, research on parental cigarette smoke exposure and childhood asthma developed substantially during 2015–2025. The bibliometric mapping provides insights into publication trends, leading countries, influential articles, and dominant themes, supporting future research and family-based strategies to prevent children’s exposure to cigarette smoke.</em></p> Adelia Amarantine Pritasari, Titih Huriah Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2812 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Edukasi Perawatan Luka Berbasis Media Audio Visual terhadap Pengetahuan Pertolongan Pertama pada Cedera pada Siswa Sekolah Menengah Pertama https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3237 <p>Cedera merupakan salah satu kejadian yang sering dialami oleh remaja di lingkungan sekolah sehingga diperlukan pengetahuan pertolongan pertama yang memadai untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penanganan. Salah satu upaya peningkatan pengetahuan tersebut adalah melalui edukasi perawatan luka menggunakan media audio-visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi perawatan luka berbasis media audio-visual terhadap tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada cedera/luka pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest yang melibatkan 20 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Intervensi berupa edukasi perawatan luka menggunakan media audio-visual diberikan setelah pengukuran awal (pretest) dan diikuti dengan pengukuran akhir (posttest) menggunakan kuesioner yang sama. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 48,85 ± 18,58 sebelum intervensi menjadi 71,30 ± 16,01 setelah intervensi, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p &lt; 0,001) dan ukuran pengaruh yang besar (Cohen's d ≈ 1,29). Dengan demikian, edukasi perawatan luka berbasis media audio-visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama siswa dan dapat dijadikan strategi edukasi kesehatan yang praktis untuk memperkuat program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam pencegahan dan penanganan cedera ringan.</p> Dea Amanda, Rizky Meilando, Muhammad Faizal Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3237 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0700 Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penggunaan APD pada Pekerja Perkebunan Kelapa Sawit di PT Karya Tanah Subur https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2831 <p>Angka kecelakaan kerja di Indonesia meningkat signifikan mencapai 462.241 kasus pada tahun 2024, dengan 580 kasus di Provinsi Aceh. Survei awal mengindikasikan bahwa pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) masih perlu di perhatikan. Penelitian dilakukan agar dapat melakukan analisis terhadap keterkaitan antara pengetahuan, sikap, serta ketersediaan APD dengan kepatuhan pemakaian APD pada pekerja kebun PT Karya Tanah Subur. Penelitian kuantitatif ini berdesain <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian mencakup semua pekerja kebun yang berjumlah 369 karyawan dengan sampel 79 orang yang dipilih melalui teknik <em>cluster random sampling</em>. Data dianalisis secara univariat serta bivariat dengan memakai <em>chi – square</em>. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan (p=0.001) dan sikap (p=0.003) memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan, namun ketersediaan APD tidak berhubungan secara signifikan (p=0.449) dengan kepatuhan. Pengetahuan dan sikap merupakan determinan utama yang mempengaruhi kepatuhan,. Perusahaan diharapkan meningkatkan kepatuhan serta kesadaran pekerja melalui penerapan <em>Behavior - Based Safety</em> seperti <em>safety</em> <em>talk</em> secara terus menerus oleh SHE dan peningkatan pengawasan lapangan yang ketat oleh mandor, serta evaluasi standar APD agar lebih ergonomis terhadap lingkungan kerja.</p> Anisah Nabila, Perry Boy Chandra Siahaan, Teungku Nih Farisni, Mardi Fadillah, Zakiyuddin Zakiyuddin Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2831 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Cuci Tangan terhadap Rhinitis Alergi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2024-2025 https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3038 <p>Rhinitis alergi merupakan inflamasi kronis pada mukosa hidung yang sering ditemukan pada remaja akhir dan dewasa muda. Pada mahasiswa, keluhan ini dapat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi, aktivitas perkuliahan, serta kualitas hidup. Paparan alergen lingkungan yang berulang menjadi salah satu faktor yang berperan dalam munculnya rhinitis alergi. Kebiasaan cuci tangan dipilih sebagai variable utama karena tangan sering bertindak sebagai vektor yang memindahkan alergen lingkungan secara langsung ke area wajah terutama mukosa hidung dan mata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan cuci tangan dan kejadian rhinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2024–2025. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dan dilaksanakan pada Mei 2026. Sampel berjumlah 143 mahasiswa yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Kejadian rhinitis alergi dinilai menggunakan kuesioner SFAR, sedangkan kebiasaan cuci tangan dinilai melalui kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-square</em>. Hasil penelitian menunjukkan 31 responden (21,7%) mengalami rhinitis alergi dan 116 responden (81,1%) memiliki kebiasaan cuci tangan baik. Nilai p = 0,510 menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan cuci tangan dan kejadian rhinitis alergi. Dengan demikian, kebiasaan cuci tangan tidak berhubungan signifikan dengan kejadian rhinitis alergi pada mahasiswa kedokteran. Temuan ini mengimplikasikan bahwa Pengendalian paparan alergen lingkungan tetap menjadi prioritas utama dalam pencegahan rhinitis alergi.</p> Muhamad Misbah Almunir, Ade Utia Detty, Arti Febriyani Hutasuhut, Bara Ade Wijaya Suprayitno Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3038 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0700 Profil Terapi Pasien Chronic Kidney Disease dengan Komplikasi pada Rawat Jalan di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Tahun 2023-2025 https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2806 <p><em>Chronic Kidney Disease</em> (CKD) sering disertai penyakit komorbiditas kompleks, sehingga memerlukan strategi polifarmasi yang tepat dan aman. Evaluasi berkala pola peresepan sangat krusial dilakukan untuk mencegah komplikasi nefrotoksik sekunder, namun data epidemiologi klinik di wilayah rujukan kepulauan Maluku Utara masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik klinis, profil penyakit penyerta, dan pola terapi farmakologis pada pasien CKD dengan komplikasi. Desain penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif dijalankan di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate periode 2023–2025. Pengambilan sampel menggunakan teknik <em>total sampling</em> hingga diperoleh sebanyak 72 pasien rawat jalan non-dialisis yang memenuhi kriteria inklusi. Subjek penelitian didominasi oleh kelompok laki-laki (53%), rentang usia 58–67 tahun (37%), dan sebagian besar berada pada fase awal-menengah atau stadium 2 (46%). Manifestasi penyakit komplikasi tertinggi yang dialami pasien adalah hipertensi (30%). Pola intervensi farmakologis utama didominasi oleh peresepan golongan antihipertensi renoprotektif (ARB/CCB), suplemen metabolik, dan antidiabetik. Penatalaksanaan CKD rawat jalan di rumah sakit ini dinilai cukup rasional dan berfokus pada intervensi sekunder untuk menunda progresi kegagalan organ. Implikasi klinis dari temuan ini menekankan pentingnya bagi tenaga kesehatan untuk melakukan pemantauan nilai klirens kreatinin berkala, penyesuaian dosis obat (<em>dosing adjustment</em>), serta pembatasan penggunaan obat lini tambahan yang berisiko nefrotoksik tinggi demi menjamin keamanan terapi pasien.</p> Hesti Trisnianti Burhan, Nur Asma S. Somadayo, Ayu Sakina Letsoin, Muh Danial Fajri, Sitti Hartina Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2806 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Tingkat Kepatuhan Terapi ARV dengan Kadar Viral Load pada Pasien HIV di Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta: Studi Cross-Sectional https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2932 <p>kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Pemeriksaan <em>viral load</em> digunakan untuk mengetahui jumlah virus dalam darah dan memantau keberhasilan terapi, sedangkan terapi antiretroviral (ARV) bertujuan menekan replikasi virus. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kepatuhan terapi ARV dengan kadar <em>viral load</em> pada pasien HIV di Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain <em>cross-sectional</em> yang dilaksanakan di Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta. Sampel penelitian berjumlah 34 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data kepatuhan diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data <em>viral load</em> diperoleh dari rekam medis pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 responden (88,2%) termasuk kategori patuh dan 4 responden (11,8%) termasuk kategori tidak patuh. Analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan terapi ARV dengan kadar <em>viral load</em> (<em>p</em>= 0,000). Responden yang patuh memiliki kadar <em>viral load</em> tidak terdeteksi atau lebih rendah dibandingkan responden yang tidak patuh. Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kepatuhan terapi ARV dengan kadar <em>viral load</em> pada pasien HIV di Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta.</p> Nadia Budi Kusuma Wardani, Farida Noor Irfani, Nazula Rahma Shafriani Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2932 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Continuity of Care pada Primigravida dengan Kehamilan Fisiologis: Studi Kasus di TPMB Farida Sadi https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3098 <p>Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care/CoC) merupakan pendekatan pelayanan yang memantau kesehatan maternal dan neonatal sejak kehamilan hingga keluarga berencana. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan penerapan CoC pada Ny. “CJ”, 21 tahun, primigravida, sejak usia kehamilan 24 minggu 4 hari hingga 42 hari masa nifas. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif di TPMB Farida Sadik, SST, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada November 2025–Maret 2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi setelah informed consent. Hasil menunjukkan kondisi ibu dan janin tetap fisiologis selama delapan kunjungan antenatal. Keluhan mual muntah, nyeri pinggang, keputihan, dan sering berkemih ditangani melalui asuhan standar serta terapi komplementer berupa minuman jahe dan yoga prenatal. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 38 minggu 2 hari tanpa komplikasi dengan dukungan birth ball dan pijat effleurage. Bayi lahir dengan berat 3.100 gram dan berhasil menjalani Inisiasi Menyusu Dini. Masa nifas dan neonatal berlangsung fisiologis dengan dukungan pijat oksitosin, senam Kegel, dan pijat bayi. Penerapan CoC membantu kesinambungan pemantauan ibu dan bayi serta mendukung deteksi dini masalah, namun temuan satu kasus tidak dapat digeneralisasikan.</p> Diyan Maria Kristin, Ni Gusti Kompiang Sriasih, Ni Nyoman Suindri Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3098 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Faktor Risiko Mortalitas pada Anak dengan Gagal Ginjal yang Menjalani Hemodialisis: Studi Cross-Sectional di RS Dr. Moewardi Surakarta https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3049 <p>Gagal ginjal pada anak merupakan kondisi serius yang dapat memerlukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis dan berkaitan dengan peningkatan mortalitas. Berbagai faktor klinis, termasuk status gizi, anemia, hipertensi, dan gangguan elektrolit, dapat memengaruhi prognosis pasien. Namun, data mengenai faktor yang berhubungan dengan mortalitas pada anak dengan gagal ginjal yang menjalani hemodialisis di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia, jenis kelamin, status gizi berdasarkan tinggi badan menurut umur (TB/U), frekuensi hemodialisis, anemia, hipertensi, dan hiperkalemia dengan mortalitas pada anak dengan gagal ginjal yang menjalani hemodialisis di RS Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> berdasarkan data rekam medis pasien usia 0–18 tahun yang menjalani hemodialisis selama Januari 2022–Desember 2025. Sebanyak 66 pasien memenuhi kriteria penelitian, terdiri atas 15 pasien (22,7%) meninggal dan 51 pasien (77,3%) hidup. Analisis bivariat menunjukkan bahwa status gizi berdasarkan TB/U (p = 0,040), hipertensi (p = 0,012), dan hiperkalemia (p = 0,002) berhubungan signifikan dengan mortalitas. <em>Crude odds ratio</em> menunjukkan bahwa hipertensi memiliki OR 5,273 (95% CI: 1,325–20,984), hiperkalemia OR 10,281 (95% CI: 2,438–43,356), dan status gizi <em>stunted</em> OR 3,625 (95% CI: 1,017–12,927). Hiperkalemia menunjukkan besaran asosiasi terbesar dengan mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya pemantauan kadar kalium, tekanan darah, dan status pertumbuhan pada anak dengan gagal ginjal yang menjalani hemodialisis. Temuan ini perlu dikonfirmasi melalui penelitian prospektif atau multicenter dengan analisis multivariat.</p> Fidelya Kaamila Hasna, Agus Saptanto, Galih Prakasa Adhyatma, Oky Rahma Prihandani Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3049 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Potensi Sediaan Sirup Ekstrak Bunga Telang terhadap Edema Perikardium Embrio Zebrafish Melalui Analisis FishInspector https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3137 <p>Penyakit kardiovaskular seperti hipertensi arteri pulmonal dapat memicu beban kerja berlebih pada ventrikel kanan yang bermanifestasi klinis sebagai edema perifer. Eksplorasi bahan herbal seperti bunga telang (<em>Clitoria ternatea</em> L.) menjadi terobosan preventif karena aktivitas anti-angiogenesis dan kardioprotektifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi sediaan sirup ekstrak bunga telang dalam menurunkan derajat edema perikardial pada model embrio zebrafish. Embrio zebrafish usia 24 <em>hours post fertilization </em>dipapar sediaan sirup bunga telang dengan variasi konsentrasi (1,56; 3,12; 6,25; 12,5; 25; dan 50 µg/mL), kontrol negatif (Media E3), dan kontrol positif (CHX 0,1%) selama 96 jam dengan 3x replikasi. Parameter luas area perikardium dianalisis secara kuantitatif menggunakan perangkat lunak FishInspector dan dikomputasi menggunakan Shoelace Formula pada RStudio, dilanjutkan dengan uji statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan luas area perikardium Media E3 sebesar 3.589,91 ± 47,31 pixel² dan CHX 0,1% sebesar 8.327,56 ± 71,97pixel². Luas area perikardium kelompok sirup bunga telang sebesar 7.595,19 ± 87,40 pixel² (50 µg/mL), 5.217,64 ± 65,67 pixel² (25 µg/mL), 3.890,74 ± 50,01 pixel² (12,5 µg/mL), dan 3.699,33 ± 53,98 pixel² (6,25 µg/mL). Kontrol positif CHX 0,1% menunjukkan edema perikardial yang parah dibandingkan Media E3. Pada konsentrasi 25–50 µg/mL, luas area perikardium meningkat, sedangkan konsentrasi 1,56–12,5 µg/mL menunjukkan morfologi perikardium yang secara deskriptif relatif mendekati kontrol negatif Media E3. Namun, hasil One-Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,448). Dengan demikian, sirup bunga telang 5% pada konsentrasi 1,56–12,5 µg/mL menunjukkan potensi mempertahankan morfologi perikardium dan tidak menunjukkan efek kardiotoksik berdasarkan parameter yang diamati.</p> Gabriela Olga Buring, Fibe Yulinda Cesa, Meylinda Widyasari, Reflinda Sindy Puspita, Rizal Bing Garumal Indianta Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3137 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Asuhan Kebidanan Continuity of Care Pada Ny. “D” dari Kehamilan Trimester III Hingga Pelayanan Keluarga Berencana https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3191 <p>Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Salah satu upaya untuk menurunkan AKI dan AKB adalah melalui asuhan kebidanan <em>Continuity of Care</em> (CoC), yaitu asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan menerapkan asuhan kebidanan <em>Continuity of Care</em> pada Ny. “D” di TPMB Bidan Ni Ketut Tini Ernawati, S.Keb. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan penatalaksanaan asuhan menggunakan pendekatan SOAP. Subjek adalah Ny. “D” G2P1001 usia kehamilan 39 minggu 2 hari dengan kehamilan normal. Hasil asuhan menunjukkan kehamilan trimester III berlangsung normal dengan 2 kali kunjungan ANC tanpa komplikasi, persalinan spontan pervaginam berlangsung fisiologis, masa nifas berjalan normal dengan involusi uterus dan laktasi yang baik, neonatus lahir sehat dan seluruh kunjungan KN1–KN3 menunjukkan pertumbuhan serta adaptasi normal, serta akseptor berhasil menggunakan kontrasepsi IUD pascapersalinan tanpa keluhan pada kunjungan ulang. Dapat disimpulkan bahwa penerapan asuhan kebidanan <em>Continuity of Care</em> pada Ny. “D” berlangsung komprehensif dan memberikan hasil fisiologis pada seluruh tahapan tanpa ditemukan komplikasi.</p> I Gusti Agung Ayu Kade Gita Pradnya Wati, Komang Srititin Agustina, Ketut Anom Srikesumawati Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3191 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Peran Laboratorium Patologi Anatomik dalam Mendukung Mutu Layanan dan Klaim BPJS Berbasis INA-CBGs https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3247 <p>Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berbasis <em>Indonesia Case Based Groups</em> (INA-CBGs) menuntut rumah sakit menjamin mutu layanan klinis dan akurasi klaim. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pemeriksaan patologi anatomik dalam mewujudkan kualitas layanan Laboratorium Patologi Medis Diagnostik guna mendukung proses klaim BPJS Kesehatan berbasis INA-CBGs. Penelitian kualitatif deskriptif ini melakukan wawancara mendalam terhadap 5 informan kunci yang terdiri dari dokter spesialis patologi anatomik, analis laboratorium, dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), petugas rekam medis, serta tim klaim rumah sakit. Data dianalisis secara tematik melalui pengodean, kategorisasi, penarikan kesimpulan, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laboratorium patologi anatomik berperan penting dalam memastikan ketepatan diagnosis definitif, meningkatkan akurasi pengodean INA-CBGs, dan mendukung akreditasi rumah sakit. Kontribusi spesifik terhadap penurunan klaim tertunda (<em>pending</em>) dilakukan melalui penyediaan hasil eksisi histopatologi yang tepat waktu guna mencegah keterlambatan pengodean diagnosis Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan integrasi sistem informasi yang belum optimal. Penguatan tata kelola, integrasi sistem, dan kebijakan manajerial yang berorientasi mutu diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pembiayaan rumah sakit dalam sistem JKN.</p> Lestari Putri, Nono Wibisono, Jaja Suteja Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3247 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Variasi Konsentrasi Jojoba Beads terhadap Stabilitas, Efektivitas Eksfoliasi, dan Aktivitas Antioksidan Lulur Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3012 <p>Lulur merupakan sediaan kosmetik yang berfungsi mengangkat sel kulit mati dan membantu menjaga kesehatan kulit. Ekstrak daun sirsak (<em>Annona muricata</em> L.) sebagai sumber senyawa antioksidan dan jojoba beads sebagai eksfoliator alami berpotensi menghasilkan sediaan kosmetik multifungsi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi jojoba beads terhadap karakteristik fisik, stabilitas, efektivitas eksfoliasi, dan aktivitas antioksidan lulur ekstrak daun sirsak. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan memformulasikan lulur tipe minyak dalam air yang mengandung ekstrak daun sirsak 1,5% dan jojoba beads 4%, 6%, dan 8%. Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, stabilitas enam siklus heating–cooling, iritasi menggunakan HET-CAM, efektivitas eksfoliasi menggunakan metode gravimetri tape stripping, serta aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Pengujian karakteristik fisik dan aktivitas antioksidan dilakukan tiga kali replikasi (n = 3), dengan hasil dinyatakan sebagai rerata ± standar deviasi. Ekstrak daun sirsak menunjukkan aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 27,22 ± 1,14 ppm. Uji eksfoliasi pada 34 subjek menunjukkan perbedaan signifikan antara kontrol dan formula yang mengandung jojoba beads (Z = −5,086; p &lt; 0,001), dengan seluruh subjek menunjukkan peningkatan nilai eksfoliasi. Sebelum stabilitas, F3 dengan jojoba beads 8% memiliki inhibisi tertinggi sebesar 61,05%, kemudian menurun menjadi 41,96% setelah stabilitas. F1 dan F2 mengalami perubahan homogenitas setelah stabilitas. Formula F3 berpotensi dikembangkan sebagai lulur herbal dengan aktivitas eksfoliasi dan antioksidan.</p> Manik Retno Ayu, Putri Meliya Febrianti, Ameilia Putri Yunani, Uswatun Chasanah, Ahmad Shobrun Jamil Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3012 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Analisis Kuantitatif Informed Consent Pasien Rawat Inap Kasus Bedah Umum di Rumah Sakit Umum Mardi Lestari Sragen Tahun 2025 https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2973 <p>Informed consent merupakan komponen penting dalam dokumentasi medis yang melindungi hak hukum pasien maupun tenaga kesehatan. Ketidaklengkapan pengisian formulir ini masih menjadi masalah di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk RSU Mardi Lestari Sragen. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif dokumen yang dipadukan wawancara kualitatif, bertujuan menganalisis kelengkapan pengisian informed consent pasien rawat inap kasus bedah umum di RSU Mardi Lestari Sragen tahun 2025 serta mengidentifikasi faktor penyebab ketidaklengkapannya menggunakan pendekatan 2M (Man dan Method). Objek penelitian berupa 216 lembar formulir informed consent periode Januari–November 2025, sedangkan subjek penelitian terdiri dari empat narasumber yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman disertai triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan review identifikasi pasien mencapai kelengkapan 100%. Review pelaporan penting rata-rata 71,8%, review autentikasi 79,2%, dan review pendokumentasian yang benar 71,8%. Komponen terendah adalah tanda tangan penerima informasi pada review autentikasi (46,8%; 101 dari 216 formulir lengkap). Faktor Man yang berkontribusi meliputi beban kerja dokter yang tinggi dan rendahnya kedisiplinan, sedangkan faktor Method mencakup implementasi SOP yang belum konsisten dan tidak adanya mekanisme verifikasi sebelum berkas diserahkan. Audit berkala, sosialisasi ulang SOP, dan pelatihan terstruktur mengenai pengisian informed consent diperlukan untuk meningkatkan kualitas dokumentasi.</p> Mei Endang Palupi, Sinta Novratilova, Sri Suparti Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2973 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Perilaku PSN 3M Plus, Karakteristik Kontainer, dan Lingkungan Fisik Rumah terhadap Keberadaan Jentik Aedes sp. di Wilayah Kerja BKK Pelabuhan Laut Meulaboh https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3135 <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberadaan Jentik <em>Aedes</em> sp. merupakan indikator risiko penularan DBD yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku PSN 3M Plus, karakteristik kontainer, dan lingkungan fisik rumah terhadap keberadaan jentik <em>Aedes</em> sp. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah yang berada di wilayah Kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pelabuhan Laut Meulaboh berjumlah 124 bangunan dengan sampel berjumlah 60 bangunan yang dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengukuran melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,033; PR=2,65; 95% CI: 1,18–5,94) dan tindakan (p=0,002; PR=6,56; 95% CI: 1,64–26,2) dengan keberadaan jentik, serta antara kondisi (p=0,003; PR=6,33; 95% CI: 1,57–25,52) dan warna kontainer (p=0,001; PR=3,39; 95% CI: 1,66–6,92) Sementara itu, sikap PSN 3M Plus, jenis dan letak kontainer, serta kelembaban dan kepadatan hunian tidak menunjukkan hubungan signifikan (p&gt;0,05). Implikasinya, pengendalian vektor di wilayah pelabuhan perlu memprioritaskan peningkatan pengetahuan dan praktik PSN 3M Plus, terutama penutupan kontainer dan pengurangan penggunaan kontainer berwarna gelap.</p> Putri Melinda, Maiza Duana, Onetusfifsi Putra, Susy Sriwahyuni, Zakiyuddin Zakiyuddin Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3135 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Analisis Hambatan Implementasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Koja https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2997 <p>Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan mendorong fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) guna meningkatkan mutu layanan, efisiensi administrasi, dan pengelolaan informasi kesehatan. Puskesmas Kecamatan Koja Jakarta Utara telah menerapkan RME melalui aplikasi ENA PRIMER sejak tahun 2017, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi RME dan mengidentifikasi faktor penghambat berdasarkan pendekatan 5M (Man, Money, Material, Machine, dan Method). Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan melibatkan 11 informan yang dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan RME. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan temuan berdasarkan lima unsur 5M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME telah didukung oleh Standar Prosedur Operasional (SPO) dan sarana komputer yang memadai. Namun, implementasi belum optimal karena masih ditemukan keterbatasan kemampuan penanganan masalah teknis secara mandiri dan ketergantungan terhadap dukungan TI/vendor, proses pengajuan anggaran yang relatif lama, keterbatasan fitur aplikasi dan ketergantungan pada vendor, gangguan jaringan, serta penerapan RME yang belum menyeluruh pada seluruh unit pelayanan. Hambatan yang paling menonjol terdapat pada aspek Material dan Machine, khususnya keterbatasan pengembangan fitur aplikasi dan ketidakstabilan jaringan yang berdampak langsung terhadap kelancaran pelayanan. Penguatan kompetensi petugas, infrastruktur jaringan, dukungan teknologi informasi, dan pengembangan sistem yang lebih adaptif diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi RME.</p> Stephany Stephany, Siswati Siswati, Bangga Agung Satrya, Diana Sonia Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2997 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Dengue Shock Syndrome dengan Efusi Pleura pada Anak: Laporan Kasus dan Tinjauan Literatur https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2486 <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak, dan dapat berkembang menjadi dengue berat dengan syok akibat kebocoran plasma. Laporan kasus ini mendeskripsikan anak perempuan berusia 8 tahun 10 bulan dengan demam selama lima hari disertai kelemahan, sakit kepala, nyeri epigastrik, mual, dan muntah. Saat masuk rumah sakit, pasien tampak sakit kritis dengan berat badan 28 kg dan menunjukkan tanda syok berupa takikardia, takipnea, ekstremitas dingin, nadi perifer lemah, serta waktu pengisian kapiler memanjang. Radiografi dada menunjukkan efusi pleura kanan minimal. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia, leukopenia, hemokonsentrasi, hiponatremia, dan hipokalemia. Berdasarkan temuan klinis, laboratorium, dan radiologis, pasien didiagnosis Dengue Shock Syndrome (DSS) disertai gangguan elektrolit dan efusi pleura. Penatalaksanaan awal berupa resusitasi cairan Ringer laktat 10 mL/kg selama 30 menit dan diulang dua kali karena syok menetap. Dobutamin 5 µg/kgBB/menit diberikan karena perfusi perifer tetap buruk. Setelah hemodinamik stabil, terapi cairan intravena diturunkan bertahap berdasarkan respons klinis dan tren hematokrit untuk mencegah kelebihan cairan. Kondisi pasien kemudian stabil dan terapi suportif serta edukasi keluarga dilanjutkan. Kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini syok dan kebocoran plasma, pemantauan hematologis serta elektrolit, dan pengelolaan cairan yang tepat pada anak dengan dengue berat.</p> Shania Makmur, Neni Sumarni, Herwanto Herwanto Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/2486 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Perbandingan Sensitivitas Antara Bakteri Klebsiella sp dan Staphylococcus sp terhadap Chloramphenicol di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung Tahun 2024 https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3032 <p>Infeksi bakteri merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan di rumah sakit. <em>Klebsiella</em> sp dan <em>Staphylococcus</em> sp merupakan bakteri patogen yang sering menyebabkan infeksi pada pasien dan diketahui memiliki pola sensitivitas antibiotik yang berbeda. Chloramphenicol merupakan antibiotik spektrum luas yang masih digunakan dalam terapi infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sensitivitas bakteri <em>Klebsiella</em> sp dan <em>Staphylococcus</em> sp terhadap antibiotik chloramphenicol di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan laboratorium mikrobiologi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 171 isolat bakteri yang terdiri dari 49 isolat <em>Klebsiella</em> sp dan 122 isolat <em>Staphylococcus</em> sp. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada <em>Staphylococcus</em> sp terdapat 105 isolat (86,1%) yang sensitif dan 17 isolat (13,9%) yang resisten terhadap Chloramphenicol, sedangkan pada <em>Klebsiella</em> sp terdapat 32 isolat (65,3%) yang sensitif dan 17 isolat (34,7%) yang resisten terhadap Chloramphenicol. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p&lt;0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan sensitivitas yang signifikan antara <em>Klebsiella</em> sp dan <em>Staphylococcus</em> sp terhadap antibiotik chloramphenicol. Disimpulkan bahwa <em>Staphylococcus</em> sp. memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi terhadap chloramphenicol dibandingkan <em>Klebsiella</em> sp sehingga Chloramphenicol cenderung lebih efektif terhadap bakteri tersebut.</p> M. Alwi Nugraha, Muhammad Nur, Zulhafis Mandala, Tessa Sjahriani Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3032 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Asuhan Kebidanan Continuity of Care Pada ”NY L.J” dengan Obesitas dan Hemoroid di TPMB Bdn. Ni Wayan Sarni, S. Keb https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3189 <p>Kehamilan merupakan proses fisiologis, namun sering disertai keluhan yang memicu ketidaknyamanan, seperti obesitas dan risiko hemoroid. Laporan Tugas Akhir (LTA) ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir (BBL), neonatus, hingga pelayanan Keluarga Berencana (KB) pada kasus kehamilan dengan obesitas dan hemoroid. Metode asuhan yang digunakan adalah studi kasus melalui wawancara, observasi, dan penatalaksanaan asuhan kebidanan. Subjek asuhan adalah Ny. "L.J" G1P0000 usia kehamilan 39 minggu 6 hari di TPMB Bdn. Ni Wayan Sarni, S.Keb, Banjar Puana, Desa Cupel, Kecamatan Jembrana. Hasil penatalaksanaan pada kehamilan trimester III menunjukkan obesitas dan hemoroid dapat teratasi melalui edukasi nutrisi, pengaturan pola makan, aktivitas fisik ringan, serta perawatan kebersihan dan posisi untuk meredakan hemoroid tanpa menimbulkan komplikasi. Proses persalinan berlangsung secara spontan/normal, masa nifas dan kondisi BBL/neonatus dalam batas normal, serta klien memutuskan menjadi akseptor KB kondom. Kesimpulannya, asuhan komprehensif secara mandiri maupun kolaboratif serta deteksi dini yang tepat terbukti efektif mencegah penyulit. Diharapkan penatalaksanaan edukatif dan promotif pada kasus obesitas dan hemoroid dalam kehamilan ini dapat diterapkan secara optimal pada pelayanan kebidanan serupa.</p> Made Ayu Wesya Putri, Ketut Anom Sri Kesumawati, Komang Srititin Agustina Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3189 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penggunaan APD Pekerja Produksi PT Karya Tanah Subur https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3078 <p>Berdasarkan Badan Ketenagakerjaan Indonesia (BPJS), terdapat 580 kecelakaan kerja di Provinsi Aceh pada tahun 2024. Kecelakaan kerja masih menjadi masalah utama di sektor industri, salah satunya dipicu oleh rendahnya kepatuhan karyawan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara terpenuhinya penggunaan APD dengan pengetahuan, sikap, ketersediaan, dan kenyamanan. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> ini menggunakan teknik <em>total sampling</em> pada 52 pekerja bagian produksi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat, uji <em>Chi-Square</em> (bivariat), dan regresi logistik berganda (multivariat). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan APD dengan pengetahuan (p=0,030), sikap (p=0,006), ketersediaan APD (p=0,028), dan kenyamanan APD (p=0,014). Analisis multivariat membuktikan bahwa sikap merupakan faktor paling dominan (OR} = 6,462;p=0,011). Kesimpulannya, hadirnya pekerja berhubungan dengan pengetahuan, sikap, ketersediaan, dan kenyamanan, di mana sikap menjadi faktor penentu utama. Perusahaan disarankan untuk menerapkan pengawasan berkelanjutan, menjamin penyediaan APD yang ergonomis, serta meningkatkan edukasi melalui <em>safety talk</em> secara berkala oleh departemen K3/SHE.</p> Desri Yanti Harahap, Perry Boy Chandra Siahaan, Lili Eky Nursia N, T. Alamsyah, Meutia Paradhiba Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3078 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Pengetahuan, Keterpaparan Informasi, dan Efek Samping dengan Kejadian Unmet Need KB Pada WUS di Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3134 <p>Tantangan pemenuhan kebutuhan KB yang tidak terpenuhi (<em>unmet need</em>) masih mendominasi permasalahan kesehatan reproduksi global. Merujuk pada data WHO, terdapat kurang lebih 164 juta wanita dari total 1,9 milar perempuan usia subur di dunia yang mengalami hambatan <em>unmet need</em> kontrasepsi. Kecamatan Johan Pahlawan merupakan wilayah dengan konsentrasi PUS terbesar di Kabupaten Aceh Barat sekaligus menjadi kantong tingginya angka <em>unmet need</em> KB. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris keterkaitan aspek pengetahuan mengenai KB, keterpaparan informasi KB, dan kekhawatiran terhadap dampak efek samping kontrasepsi dengan dinamika <em>unmet need</em> KB pada kelompok WUS di Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Studi kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang (<em>cross-sectional</em>), dari basis populasi sebesar 1.259 PUS, dipilih sampel representatif sebanyak 93 responden menggunakan metode <em>multistage sampling</em>. Pengumpulan data primer bersumber dari kuesioner terstruktur yang dianalisis lewat pengujian <em>Chi-Square</em>. Temuan riset membuktikan bahwa tingkat pengetahuan KB () serta keterpaparan informasi KB () berhubungan secara signifikan terhadap status <em>unmet need</em> KB. Namun, indikator kecemasan efek samping alat kontrasepsi menunjukkan hasil yang tidak signifikan (). Dengan demikian, disimpulkan bahwa variabel penentu <em>unmet need</em> KB pada populasi ini dikendalikan oleh faktor wawasan dan penyebaran informasi kesehatan, bukan dipicu oleh ketakutan terhadap efek samping medis dari alat kontrasepsi itu sendiri.</p> Tati Mutia Rahmi, Maiza Duana, T.M. Rafsanjani, Ernawati Ernawati, Meutia Paradhiba Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3134 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Efektivitas Implementasi Aplikasi SRIKANDI terhadap Kinerja Pegawai dalam Tata Kelola Arsip Digital di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3138 <p>Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuntut instansi pemerintah melakukan transformasi tata kelola arsip dari sistem konvensional menuju sistem berbasis digital. Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) hadir sebagai inovasi nasional untuk mewujudkan administrasi persuratan yang akuntabel, efisien, dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kinerja pegawai dalam implementasi aplikasi SRIKANDI di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif diterapkan terhadap 10 informan yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Analisis data mendalam dipandu oleh kerangka efektivitas program Budiani (2017) yang mencakup empat indikator utama: ketepatan sasaran, sosialisasi program, pencapaian tujuan, dan pemantauan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SRIKANDI telah efektif pada aspek ketepatan sasaran dan pencapaian tujuan, ditunjukkan oleh percepatan alur disposisi, efisiensi waktu kerja, serta pengelolaan arsip digital yang lebih terstruktur. Namun, aspek sosialisasi dan pemantauan program belum berjalan maksimal akibat keterbatasan pelatihan teknis yang belum merata, gangguan stabilitas jaringan/sistem, keterbatasan <em>template</em> dokumen, serta ketiadaan evaluasi kinerja berkala secara terstruktur. Secara praktis dan kebijakan, penelitian ini merekomendasikan perlunya penyusunan SOP teknis internal, pembentukan unit <em>helpdesk</em> lokal, serta pelaksanaan pelatihan teknis dan pemantauan berkala guna mengoptimalkan adopsi teknologi SPBE secara komprehensif.</p> Dinda Julia, Fakhrurradhi Luthfi, Maiza Duana, Kiswanto Kiswanto, T.M. Rafsanjani Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3138 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Biopolimer sebagai Alternatif Gelatin pada Cangkang Kapsul: Tinjauan Sistematis https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3199 <p>Gelatin banyak digunakan sebagai bahan cangkang kapsul, tetapi kebutuhan akan bahan non-gelatin mendorong pengembangan formulasi berbasis biopolimer. Kajian komparatif ini bertujuan membandingkan formulasi dan modifikasi bahan cangkang kapsul selain gelatin. Dari 17 artikel yang ditemukan, tidak ada duplikat. Setelah disaring berdasarkan kesesuaian topik, tujuh artikel dikeluarkan dan sepuluh artikel dipilih untuk dianalisis. Perbandingan difokuskan pada komposisi bahan, kekuatan mekanik, elastisitas, waktu hancur, dan stabilitas. Hasil menunjukkan bahwa campuran polimer, pembentuk gel, dan <em>plasticizer</em> menentukan keseimbangan sifat cangkang. Di antara formulasi yang ditelaah, kombinasi pullulan dan karagenan dengan rasio sorbitol–gliserol 15:15 memiliki bukti pengujian paling lengkap untuk sifat mekanik, stabilitas termal, dan waktu hancur. Formulasi pati kulit singkong, gel daun kembang sepatu, dan karagenan juga menunjukkan waktu hancur yang menjanjikan, tetapi data mekanik dan stabilitas jangka panjangnya masih terbatas. Bagi industri farmasi, formulasi pullulan tersebut layak diprioritaskan untuk pengembangan cangkang lunak non-gelatin, dengan syarat keseragaman produksi, stabilitas penyimpanan, kompatibilitas obat, dan disolusi diuji pada skala industri.</p> Kevin Halomoan Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3199 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Asi Ekslusif, MPASI dan BBLR dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Morokai https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3190 <p>Stunting merupakan masalah pertumbuhan pada balita yang berkaitan dengan pemenuhan gizi dan kondisi kesehatan pada periode awal kehidupan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan kejadian stunting pada balita di Desa Morokai, wilayah kerja Puskesmas Pasahari B, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel terdiri atas 70 ibu yang memiliki balita usia 6–59 bulan dan dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan Buku KIA, serta pengukuran panjang/tinggi badan balita. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23 balita (32,9%) mengalami stunting. Riwayat pemberian ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p&lt;0,001; PR=11,28; 95% CI: 3,71–34,32). Pemberian MP-ASI juga berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p&lt;0,001; PR=44,96; 95% CI: 6,45–313,15). BBLR berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p&lt;0,001). Seluruh balita dengan riwayat BBLR mengalami stunting, sedangkan seluruh balita tanpa riwayat BBLR tidak mengalami stunting, sehingga ukuran asosiasi dan CI 95% tidak dapat diestimasi karena terdapat sel dengan frekuensi nol. Kesimpulannya, ASI eksklusif, MP-ASI, dan BBLR berhubungan dengan kejadian stunting. Pencegahan perlu dilakukan melalui optimalisasi ASI eksklusif, pemberian MP-ASI sesuai kebutuhan, dan pemantauan pertumbuhan balita dengan riwayat BBLR.</p> Rahma Tunny, Herlien Sinay, Fitria Umagapi, Ety Dusra Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3190 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Durasi Bermain Game, Regulasi Diri, Frekuensi Bermain, dan Prokrastinasi Akademik dengan Kecanduan Game Online pada Remaja https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3193 <p>Kemajuan teknologi informasi telah melahirkan budaya baru yang memengaruhi pola interaksi dan aktivitas remaja, termasuk penggunaan game online. WHO mendefinisikan kecanduan game sebagai pola perilaku bermain yang ditandai ketidakmampuan mengontrol aktivitas bermain, memprioritaskan game dibandingkan aktivitas lain, serta tetap bermain meskipun mengetahui dampak negatifnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan durasi bermain game, regulasi diri, frekuensi bermain game, dan prokrastinasi akademik dengan kecanduan game online pada siswa SMA Negeri 1 Meulaboh. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel berjumlah 221 siswa yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan teori operasional dan telah melalui uji validitas serta reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi bermain game (p=0,001; PR=3,424; OR=4,270; Phi=0,239), regulasi diri (p=0,018; PR=3,015; OR=3,876; Phi=0,179), frekuensi bermain game (p&lt;0,001; PR=5,714; OR=11,400; Phi=0,304), dan prokrastinasi akademik (p&lt;0,001; PR=14,286; OR=18,390; Phi=0,342) berhubungan signifikan dengan kecanduan game online. Analisis multivariat menunjukkan prokrastinasi akademik sebagai faktor dominan (Exp(B)=8,246), diikuti frekuensi bermain game (Exp(B)=4,297). Disimpulkan bahwa keempat variabel berhubungan signifikan dengan kecanduan game online, dengan prokrastinasi akademik sebagai faktor paling dominan.</p> Isra Ledina Sari, Susy Sriwahyuni, T.M. Rafsanjani, Maiza Duana, Rubi Rimonda Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3193 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Durasi serta Postur Duduk dengan Keluhan Nyeri Leher pada Mahasiswa Kedokteran https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3090 <p>Nyeri leher merupakan gangguan muskuloskeletal yang dialami oleh mahasiswa kedokteran dan berpotensi memengaruhi efektivitas belajar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara durasi dan postur duduk dengan keluhan nyeri leher pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (<em>cross-sectional</em>). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik <em>consecutive sampling</em>, dengan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring terhadap 196 responden. Durasi duduk diklasifikasikan menjadi normal (&lt;3 jam) dan tinggi (≥3 jam), sedangkan postur duduk dikategorikan menjadi baik (tegak) dan buruk (membungkuk atau bersandar). Keluhan nyeri leher diukur menggunakan instrumen <em>Numeric Pain Rating Scale</em> (NPRS) dengan skala 0–10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 180 responden (91,8%) memiliki durasi duduk tinggi, 173 responden (88,3%) memiliki postur yang buruk, dan 138 responden (70,4%) mengalami keluhan nyeri leher. Uji hubungan antarvariabel awalnya menggunakan Chi-Square, tetapi terdapat tabel kontingensi dengan <em>expected count</em> &lt;5 akibat distribusi antarkelompok yang tidak seimbang, sehingga asumsi Chi-Square tidak terpenuhi sehingga digunakan Fisher’s Exact Test. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi duduk (<em>p</em> = 0,403; OR = 0,524; 95% CI = 0,144–1,915) maupun postur duduk (<em>p</em> = 0,410; OR = 1,627; 95% CI = 0,661–4,003) dengan keluhan nyeri leher. Dengan demikian, durasi dan postur duduk tidak berhubungan secara signifikan dengan keluhan nyeri leher pada mahasiswa kedokteran dalam penelitian ini.</p> Ratu Anggun Prasetyaningtyas, Arwinder Singh Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3090 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Faktor Gaya Hidup dan Psikologis dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Universitas Teuku Umar https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3145 <p>Siklus menstruasi merupakan indikator penting kesehatan reproduksi perempuan, tetapi gangguannya masih banyak ditemukan, termasuk pada mahasiswi. Studi pendahuluan di Universitas Teuku Umar menunjukkan adanya keluhan gangguan siklus menstruasi yang disertai indikasi stres dan perubahan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres, pola makan, kualitas tidur, dan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi mahasiswi Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif <em>cross-sectional</em> dengan 238 responden yang dipilih melalui <em>simple random sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dan dianalisis dengan uji Chi-Square, Fisher’s Exact Test, serta regresi logistik biner. Hasil bivariat menunjukkan bahwa tingkat stres (p=0,000; PR=28,33; OR=86,56; 95% CI: 20,48–447,04; V=0,587), pola makan (p=0,000; PR=7,055; OR=10,488; 95% CI: 2,455–44,800; V=0,248), kualitas tidur (p=0,000; PR=10,46; OR=18,83; 95% CI: 6,48–54,71; V=0,444), dan aktivitas fisik (p=0,000; PR=2,80; OR=4,50; 95% CI: 2,50–8,11; V=0,331) berhubungan signifikan dengan siklus menstruasi. Analisis multivariat menunjukkan tingkat stres, kualitas tidur, dan aktivitas fisik tetap signifikan secara independen. Disimpulkan bahwa ketiga faktor tersebut berhubungan dengan siklus menstruasi. Temuan ini mendukung pentingnya pengelolaan stres, kualitas tidur, dan aktivitas fisik seimbang dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi mahasiswi.</p> Luna Armi, Maiza Duana, T.M. Rafsanjani, Yarmaliza Yarmaliza, Rubi Rimonda Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3145 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Gambaran Sindrom Mata Kering pada Pegawai Kantor X di Lingkungan Ber-AC https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3071 <p>Sindrom mata kering merupakan salah satu gangguan multifaktorial pada permukaan mata yang ditandai dengan gangguan homeostasis pada lapisan air mata dan sering ditemukan pada pekerja kantoran yang bekerja di lingkungan ber-AC. Kondisi ini banyak dijumpai pada pekerja kantoran, terutama yang beraktivitas di ruangan ber-AC dengan kelembapan udara yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sindrom mata kering pada pegawai kantor yang bekerja di lingkungan ber-AC. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan <em>cross-sectional </em>sehingga hanya menggambarkan distribusi kejadian, bukan menguji hubungan sebab-akibat antara paparan AC dengan sindrom mata kering. Populasi pada penelitian ini adalah pegawai kantor X yang bekerja di lingkungan ber-AC dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner OSDI (<em>Ocular Surface Disease Index</em>) dan ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian didapatkan gambaran sindrom mata kering sebanyak 82 responden (75,2%) dengan gejala yang paling banyak ditemukan yaitu mata sensitif terhadap cahaya (81,7%). Sebagian besar sindrom mata kering ditemukan pada kelompok usia 30-39 tahun (74,5%), berjenis kelamin perempuan (82,0%), menggunakan AC dengan durasi &gt;8 jam per hari (75,3%), dan menggunakan komputer dengan durasi &gt;6 jam per hari (77,1%). Dapat disimpulkan bahwa sindrom mata kering merupakan masalah kesehatan mata yang cukup sering ditemukan pada pegawai kantor di lingkungan ber-AC.</p> Adistawidya Andriani, Meriana Rasyid Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3071 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700 Kontaminasi Lingkungan Limbah Farmasi Rumah Tangga dan Kontribusinya dalam Resistensi Antibiotik: Tinjauan Literatur https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3133 <p>Limbah farmasi rumah tangga merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang perlu diperhatikan, terutama karena pembuangan obat yang tidak tepat dapat menjadi salah satu jalur masuknya residu farmasi ke lingkungan. Residu antibiotik yang berada di lingkungan berpotensi memberikan tekanan seleksi terhadap mikroorganisme dan berkaitan dengan keberadaan bakteri. Kajian ini bertujuan untuk menelaah kontribusi limbah farmasi rumah tangga terhadap pencemaran lingkungan dan resistensi antibiotik. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan <em>narrative literature review </em>melalui penelusuran <em>database </em>PubMed dan Google Scholar terhadap artikel yang diterbitkan pada periode 2019-2024. Pencarian dilakukan dengan kata kunci yang berkaitan dengan limbah farmasi rumah tangga, pembuangan obat, pencemaran lingkungan, dan resistensi antibiotik. Artikel yang dipilih merupakan artikel yang tersedia dalam bentuk <em>full text</em>, diterbitkan pada periode yang ditentukan, dan relevan dengan fokus kajian. Sebanyak 6 artikel dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan temuan berdasarkan praktik pembuangan obat rumah tangga. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembuangan obat yang tidak tepat masih terjadi dan berpotensi menjadi salah satu jalur masuknya residu antibiotik ke lingkungan. Di Indonesia, keterbatasan sistem <em>medicine take-back </em>dan praktik pengelolaan obat yang belum optimal menunjukkan perlunya penguatan pengelolaan limbah farmasi rumah tangga. Meskipun dengan, hubungan kausal langsung antara limbah farmasi rumah tangga dan resistensi antibiotik belum dapat dipastikan karena sebagian besar bukti yang tersedia masih bersifat observasional.</p> Anggita Ayuningtias, R. Azizah Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jkj/article/view/3133 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0700