JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jk <p>JUEB: Jurnal Ekonomi dan Bisnis memiliki e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220321350854223" target="_blank" rel="noopener">2828-8858</a> dan p-ISSN:<a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220321210889654" target="_blank" rel="noopener"> 2829-0011 </a>menerbitkan artikel ilmiah bidang ekonomi dan bisnis, manajemen, serta akutansi, berdasarkan hasil penelitian dan hasil kajian pustaka. Jurnal ini menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa inggris. <strong>JUEB </strong>menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun <em><a href="https://docs.google.com/document/d/1io1dn5AccUbUQ6s2_fxwQI3SJ4_OW9Lp/edit" target="_blank" rel="noopener">template</a></em> yang sudah disediakan oleh pengelola. <strong>JUEB</strong> adalah jurnal <em>open access </em>dibawah naungan Yayasan J<em>ompa Research and Development</em>. <strong>JUEB: Jurnal Ekonomi dan Bisnis</strong> <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/15711#!" target="_blank" rel="noopener">Terakreditasi SINTA 4,</a> sesuai SK Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Nomor: 1286/DST/C3/HM.01.00/2026. Terbit tiap bulan Maret, Juni, September dan Desember.</p> Yayasan Jompa Research and Development en-US JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis 2829-0011 Pengaruh Literasi Keuangan Syariah dan Budaya Sunda terhadap Minat Investasi Pasar Modal Syariah pada Generasi Z di Jawa Barat yang Dimoderasi Persepsi Risiko https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jk/article/view/3251 <p><em>Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya jumlah investor di pasar modal syariah dibandingkan dengan jumlah investor pada pasar modal konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan syariah dan budaya sunda terhadap minat investasi pasar modal syariah dengan persepsi risiko investor sebagai variabel moderasi, pada generasi Z di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner berskala likert. Sampel penelitian terdiri dari 100 responden generasi Z di Jawa Barat yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Literasi Keuangan Syariah (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi di Pasar Modal Syariah (Y), dengan nilai koefisien jalur (original sample) sebesar 0,432, nilai t-statistics sebesar 5,441 (&gt; 1,96), dan nilai p-values sebesar 0,000 (&lt; 0,05, Budaya Sunda (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi di Pasar Modal Syariah (Y), dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,332, nilai t-statistics sebesar 3,952 (&gt; 1,96), dan nilai p-values sebesar 0,000 (&lt; 0,05). sementara persepsi risiko investor (M) tidak terbukti memoderasi hubungan antara literasi keuangan syariah dan budaya sunda terhadap minat ,dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,136, nilai t-statistics sebesar 1,235 (&lt; 1,96), dan nilai p-values sebesar 0,217 (&gt; 0,05). Temuan ini memberikan gambaran awal mengenai pola minat investasi generasi Z di wilayah Jawa Barat dan perlu diuji lebih lanjut pada cakupan sampel yang lebih luas</em><em>.</em></p> Ai Sindi Andriani Tri Sabaningsih Ridwan Ridwan Evi Juwita Rifaa Huwaidaa Copyright (c) 2026 JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 3 1 14 10.57218/jueb.v5i3.3251 Analisis Digitalisasi Pelaporan PPh Pasal 21 Melalui Coretax dalam Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak pada RSU BLUD https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jk/article/view/3281 <p><em>Ketidakfasihan staf pada RSU BLUD dalam mengoperasikan Coretax, yang berisiko menimbulkan keterlambatan pelaporan, kesalahan pengisian, ketidaksesuaian data, dan dokumen tidak lengka. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kendala implementasi Coretax di RSUD BLUD Kota Depok dan menyusun tools aplikatif berupa pedoman penggunaan Coretax dalam pelaporan pajak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap bendahara, staf keuangan, staf perpajakan, pegawai, serta dokumen SPT, bukti potong, rekapitulasi penghasilan, SOP internal, laporan keuangan, dan panduan Coretax. Hasil penelitian menemukan kompleksitas alur prosedural pelaporan PPh Pasal 21 yang terdiri atas lima tahap berurutan, Kendala lapangan termasuk ketidaksesuaian data BPA1 dengan rekapitulasi gaji dan status SPT Masa kurang bayar meskipun pajak telah disetor, serta kesenjangan kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem. Kesimpulan menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi perpajakan tidak hanya bergantung pada ketersediaan aplikasi, tetapi juga pada kesiapan kompetensi pengguna, akurasi data internal, dan prosedur kerja yang jelas. Pedoman Coretax yang dikembangkan berfungsi sebagai pedoman kerja dan job aid untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan RSUD sebagai Wajib Pajak Instansi Pemerintah dan instansi pemerintah. Implikasi praktis peningkatan kepatuhan di RSUD tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi regulasi dan bahwa peningkatan kepatuhan juga perlu dilakukan melalui perbaikan rekonsiliasi data, penguatan SOP, pembagian tanggung jawab, pemeriksaan berjenjang, dan pendampingan penggunaan sistem</em><em>.</em></p> Herbirowo Nugroho Ridwan Zulpi Agha Birrul Walidain Puspita Maelani Copyright (c) 2026 JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 3 15 24 10.57218/jueb.v5i3.3281 Strategi Optimasi Return on Advertising Spend (ROAS) pada Shopee Ads: Studi Kualitatif Pada Toko Baru Terlaris Di Jawa Timur https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jk/article/view/3275 <p><em>The increasingly fierce competition in the Shopee marketplace is driving businesses to optimize the use of Shopee Ads to maximize their promotional budgets. However, there is no standard strategy for determining Return on Advertising Spend (ROAS), so many sellers still rely on a trial-and-error approach. This study aims to analyze ROAS optimization strategies for top-selling new stores in East Java. The study employed a qualitative approach with an exploratory descriptive design. Informants were purposively selected: Shopee store owners or managers with businesses less than three months old and with superior sales performance. Data were collected through observation, in-depth interviews, and Shopee Ads dashboard documentation. Data were then analyzed using NVivo 12, with the stages of data reduction, coding, data presentation, and conclusion drawing. The results show that ROAS optimization is carried out in stages by setting an initial ROAS as a baseline, adjusting the ROAS based on advertising spend levels, and utilizing the Auto Ads feature for products that are not yet optimal. This strategy can improve the quality of ad distribution, as indicated by an increase in Click-Through Rate (CTR), while maintaining marketing cost efficiency with an optimal ROAS. These findings suggest that ROAS determination must be carried out dynamically based on continuous evaluation of each product's performance</em><em>.</em></p> Bahtyar Hardyansyah Syihab Abu Siri Imroatul Farida Copyright (c) 2026 JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 3 25 34 10.57218/jueb.v5i3.3275 Peran Budaya Organisasi dalam Memodersasi Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan: Studi Pada PT Lingkar Sakti Mas Banjarmasin https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jk/article/view/3270 <p><em>This study aims to emprirically test the influence of work motivation and work discipline on employee performance,while also analyzing the role of organizational culture as a moderating variable.Using a quantitative approach with an explanatory design,this study focuses on PT Lingkat Sakti Mas Banjarmasin.Sampling was conducted using a census technique(saturated sample),involving the entire population of 30 employees.Primary data were collected through the distribution of structured questionnaires and subsequently analyzed using classical assumption tests,multiple linear regression,the t-test,and Moderated Regression Analysis(MRA).The results of the statistical tests indicate that work motivation dan work discipline have a partial,positive,and significant effect on employee performace,with work discipline acting as the most dominant predictor.Conversely,the results of the MRA analysis demonstrated that organizational culture was not found to moderate the relationship between work motivation or work discipline and employee performance.Based on the criteria for moderation typology,organizational culture is categorized as a homologizing moderator.The inclusion of the moderation variabel increase the coefficient of determination(R<sup>2</sup>) from 53,4% to 62,9%,while the remaining 37,1% is explained by other factors outside</em><em>.</em></p> Siti Mardah Nurul Hasanah Ayu Niken Faizati Copyright (c) 2026 JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 3 35 47 10.57218/jueb.v5i3.3270 Determinasi Nilai Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia: Peran Gender Diversity Dewan Direksi, Komisaris Independen dan Ukuran Perusahaan https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jk/article/view/3261 <p><em>Nilai perusahaan pada sektor perbankan menjadi salah satu indikator penting hal tersebut menggambarkan penilaian investor terhadap kondisi dan prospek perusahaan. Penelitian ini bertujuan meneliti dampak gender diversity dewan direksi, komisaris independen, serta ukuran perusahaan pada nilai perusahaan di sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama rentang waktu 2021-2025. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengujian secara bersama-sama gender diversity dewan direksi dan komisaris independen sebagai sarana struktur tata kelola perusahaan serta ukuran perusahaan sebagai karakteristik perusahaan untuk memberikan bukti empiris tambahan atas hasil penelitian terdahulu yang masih tidak konsisten, khususnya dalam konteks sektor perbankan yang memiliki karakteristik regulasi dan tata kelola yang relatif ketat. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan metode sensus terhadap 47 perusahaan perbankan dan memperoleh 235 observasi. Setelah penghapun data outlier, sebanyak 165 observasi untuk menguji hubungan antarvariabel, data dianalisis menggunakan regresi liner berganda. Hasil analisis mengindikasikan bahwa gender diversity dewan direksi Selain itu, ukuran perusahaan menunjukkan pengaruh negatif pada nilai perusahaan, sementara komisaris independen memiliki pengaruh positif signifikan pada nilai perusahaan. Keterbatasan penelitian tercermin dari kemampuan model yang masih terbatas dengan nilai Adjusted R Square sebesar 9,4 persen. Penelitian berikutnya dapat menambahkan variabel lainnya sekaligus memperluas sektor serta periode pengamatan</em><em>.</em></p> Angelia Maria Paulina Hengky Leon Copyright (c) 2026 JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 3 48 57 10.57218/jueb.v5i3.3261 Interaksi Media Sosial dan Keterkaitan Selebriti pada Produk Kecantikan: Interaksi Parasosial, Kebutuhan untuk Merasa Diterima https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jk/article/view/3206 <p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh interaksi media sosial terhadap keterkaitan konsumen dengan selebriti pada produk kecantikan di Indonesia melalui peran mediasi interaksi parasosial serta moderasi kebutuhan untuk merasa diterima. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pemanfaatan media sosial sebagai media pemasaran produk kecantikan yang belum sepenuhnya mampu menjelaskan mekanisme psikologis pembentukan keterkaitan konsumen dengan selebriti. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 192 pengguna aktif media sosial yang pernah melihat promosi produk kecantikan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. </em><em>Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterkaitan selebriti (β = 0,312; t = 4,287; p &lt; 0,001) serta terhadap interaksi parasosial (β = 0,524; t = 7,156; p &lt; 0,001). Interaksi parasosial juga berpengaruh positif terhadap keterkaitan selebriti (β = 0,418; t = 5,634; p &lt; 0,001) dan terbukti memediasi secara parsial hubungan antara interaksi media sosial dan keterkaitan selebriti (β = 0,219; t = 4,012; p &lt; 0,001). Selain itu, kebutuhan untuk merasa diterima terbukti memperkuat pengaruh interaksi media sosial terhadap interaksi parasosial (β = 0,187; t = 2,534; p = 0,011). Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran melalui selebriti di media sosial akan lebih efektif apabila mampu mendorong interaksi yang intens dan membangun hubungan emosional dengan konsumen</em><em>.</em></p> Vania Ramadhani Kristy Harmanda Berima Putra Copyright (c) 2026 JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 3 58 67 10.57218/jueb.v5i3.3206 Pengaruh Pengungkapan ESG, Karakteristik Eksekutif dan Akselerasi Transformasi Digital terhadap Tax Avoidance pada Emiten Teknologi di Indonesia https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jk/article/view/3260 <p><em>Terjadinya fenomena tax avoidance tidak hanya berakar dari strategi keuangan, namun turut ditentukan dari faktor tata kelola non-keuangan. Penelitian kuantitatif asosiatif ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan environmental, social, and governance, karakteristik eksekutif dan akselerasi transformasi digital terhadap tax avoidance. Penggunaan metode purposive sampling menghasilkan sampel sebanyak 10 perusahaan teknologi di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2025. Data sekunder dari laporan tahunan dan keberlanjutan yang dianalisis dengan metode regesi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG, karakteristik eksekutif dan akselerasi transformasi digital memiliki pengaruh terhadap tax avoidance secara simultan, tetapi secara parsial hanya variabel pengungkapan ESG yang memiliki pengaruh positif terhadap tax avoidance, sedangkan variabel karakteristik eksekutif dan akselerasi transformasi digital belum memberikan dampak terkait perilaku tax avoidance. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terkait faktor non keuangan yang mempengaruhi tax avoidance. Investasi pada instrumen ESG tidak hanya sebagai topeng pencitraan, melainkan cerminan kepatuhan moral suatu perusahaan. Sehingga, implikasi praktis bagi investor dan otoritas pajak, laporan keberlanjutan dapat menjadi indikator awal untuk menilai tingkat kepatuhan dan tata kelola pajak emiten teknologi</em><em>.</em></p> Alexandra Claudia Fransiska Hengky Leon Copyright (c) 2026 JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 3 68 80 10.57218/jueb.v5i3.3260 Analisis Rasio Non Performing Loan (NPL) dalam Menilai Tingkat Kesehatan Keuangan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Periode 2020-2024 https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jk/article/view/3182 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan rasio </em><em>Non-Performing Loan (NPL) sebagai indikator kualitas kredit dalam menilai kesehatan keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan annual report perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan rasio NPL yang dihitung berdasarkan perbandingan antara total kredit bermasalah dengan total kredit yang disalurkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio NPL Bank Mandiri mengalami tren penurunan dari 3,29% pada tahun 2020 menjadi 1,02% pada tahun 2023, kemudian meningkat menjadi 2,08% pada tahun 2024. Meskipun terjadi kenaikan pada tahun terakhir, seluruh nilai NPL selama periode penelitian masih berada di bawah batas maksimum 5% sebagaimana ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/1/PBI/2011, sehingga kualitas kredit Bank Mandiri tetap berada pada kategori sehat. Temuan ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri mampu menjaga kualitas aset produktif dan mengendalikan risiko kredit selama periode pemulihan ekonomi pascapandemi. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai perkembangan risiko kredit Bank Mandiri yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen, investor, regulator, dan peneliti dalam mengevaluasi kinerja kesehatan perbankan</em><em>.</em></p> Petronila Wagiriwati Stin Copyright (c) 2026 JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 3 81 86 10.57218/jueb.v5i3.3182 The Role of Risk-Based Internal Audit in Improving Fraud Detection Capability: Moderation of Information Technology Systems In The Central Maluku Regency Government https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jk/article/view/3311 <p><em>This study examines the impact of Risk-Based Internal Auditing (RBIA) on fraud detection (FD) capabilities and investigates the moderating role of Information Technology Systems (ITS) in this relationship. Fraud remains a significant challenge in public sector financial management particularly within local governments, where geographical dispersion and resource constraints can hinder effective oversight. A quantitative survey approach was employed, involving 32 Government Internal Supervisory Apparatus (APIP) auditors from the Central Maluku Regency Inspectorate. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that RBIA influences FD (β = 0.448, p &lt; 0.001), and ITS also impacts FD (β = 0.352, p &lt; 0.001). Furthermore, the interaction between RBIA and ITS significantly affects FD (β = 0.170, p &lt; 0.001), suggesting that ITS strengthens the relationship between RBIA and fraud detection capabilities. These findings imply that integrating risk-based auditing with robust information technology can enhance the ability of local government auditors to identify potential fraud. The study offers practical insights for local governments in archipelagic regions, where geographical fragmentation and operational constraints necessitate audit approaches supported by effective information technology systems. The findings highlight the importance of strengthening both risk-based audit practices and technological capacity to improve fraud oversight and</em><em> accountability within local government</em><em>.</em></p> Pranatalindo Simanjuntak Jefry Gasperz Sari Tamayani Tjio Christy Clayde Latuperissa Copyright (c) 2026 JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-09-29 2026-09-29 5 3 87 101 10.57218/jueb.v5i3.3311 Evaluasi Pengembangan Strategi Digital Marketing Melalui Instagram terhadap Kinerja Pemasaran Jasa CV. XYZ: Studi Before After Tahun 2024 https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jk/article/view/3304 <p><em>The development of information technology and social media has transformed corporate marketing from conventional methods toward interactive digital strategies. Instagram has become a widely used platform for service companies to strengthen marketing communication, increase audience engagement, and expand promotional reach. CV. XYZ, an architectural service company, uses Instagram as a portfolio-based promotional medium featuring house designs, interior designs, and project documentation. However, during the initial period of social media management, the company experienced low audience interaction and limited effectiveness in generating communication and service bookings. This study aims to compare the digital marketing conditions of CV. XYZ before and after implementing an Instagram-based digital marketing strategy and to examine its effect on service bookings. The study employed a comparative evaluative approach using before–after analysis and descriptive analysis. Data were collected through observation, Instagram Insights, service booking records, and questionnaires administered to audiences who had used the company’s services. Parameters included posts, likes, shares, follower growth, Direct Messages (DMs), and service bookings during May–July 2024 and August–October 2024. Results showed that total likes increased from 3,850 to 9,502 (146.81%), while shares increased from 227 to 354 (55.95%). DMs increased from 21 to more than 99 messages, and service bookings increased from 1 to 10 (900%). The strategy incorporated reels, carousel, and feed content, supported by project portfolios, construction documentation, and informative captions. Most respondents perceived the content as more attractive, informative, and capable of increasing trust in the company’s services</em><em>.</em></p> Rhaul Surya Syahrani Vinsensius Widdy Tri Prasetyo Copyright (c) 2026 JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-09-29 2026-09-29 5 3 102 115 10.57218/jueb.v5i3.3304 Pengaruh Bauran Pemasaran (Marketing Mix) terhadap Pengambilan Keputusan Pembelian dengan Perilaku Konsumen sebagai Variabel Mediasi pada Queens Smoothies di Palangka Raya https://jomparnd.com/jurnal/index.php/jk/article/view/3342 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh marketing mix terhadap keputusan pembelian dengan perilaku konsumen sebagai variabel mediasi pada usaha Queens Smoothies di Kota Palangka Raya. Industri makanan dan minuman sehat seperti smoothies terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) melalui software SmartPLS. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dengan Skala Likert 5 poin. Berdasarkan hasil pengujian model struktural (inner model) dan pengukuran (outer model) digunakan untuk mengevaluasi pengaruh langsung maupun tidak langsung antar-variabel. Hasil analisis menunjukkan nilai R-Square sebesar 0,466 untuk variabel keputusan pembelian dan 0,102 untuk variabel perilaku konsumen. Berdasarkan hasil pengujian dari keempat hipotesis, ditemukan bahwa semua hipotesis diterima, dengan nilai koefisien jalur (path coefficient) tertinggi sebesar 0,535 (p = 0,000) diperoleh dari hasil pengujian hipotesis pada hubungan antara bauran pemasaran (marketing mix) terhadap pengambilan keputusan pembelian. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan manajemen pemasaran UMKM, sekaligus kontribusi praktis yang konkret bagi pelaku usaha minuman sehat, yaitu sebagai acuan dalam menyusun strategi pemasaran yang adaptif dengan memprioritaskan optimalisasi bauran pemasaran guna meningkatkan keputusan pembelian konsumen, baik secara langsung maupun melalui penguatan perilaku konsumen yang positif</em><em>.</em></p> Renia Br. Silitonga Vivy Kristinae Rian Sidiq Prakoso Meitiana Meitiana Copyright (c) 2026 JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-09-30 2026-09-30 5 3 116 130 10.57218/jueb.v5i3.3342